SANGATTA — Barisan kendaraan pribadi dan dinas memenuhi halaman GOR Kudungga, Sangatta, Rabu pagi, 16 April 2025. Sejak pukul 07.00 Wita, ribuan orang berdatangan. Wajah-wajah penuh harap dan bangga memadati stadion kebanggaan warga Kutim. Bukan untuk menonton pertandingan, tapi menjadi bagian dari sejarah: pelantikan 3.703 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Kutai Timur, formasi tahun anggaran 2024.
Prosesi dimulai pukul 09.30 Wita, diawali lagu Indonesia Raya dan Mars Kutim yang menggema dari pengeras suara stadion. Ketua panitia pelaksana sekaligus Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menyampaikan laporan pelantikan yang mencakup formasi guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan.
Tata kelola panitia tertata rapi. Ribuan bangku disiapkan untuk peserta dan undangan. Di lantai dasar, kursi khusus tersedia untuk ibu hamil dan penyandang disabilitas. Sementara di lantai utama, peserta pelantikan dikelompokkan berdasarkan agama untuk memudahkan prosesi pengambilan sumpah sesuai keyakinan masing-masing.
Para PPPK tampil seragam kemeja putih, celana atau rok hitam, pin Korpri di dada kiri, dan papan nama di kanan. Mereka bersama mengucap sumpah di hadapan Tuhan, disaksikan keluarga, kolega, serta jajaran pejabat daerah.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin langsung prosesi sakral itu. Raut bahagia terpancar jelas di wajah orang nomor satu di Kutim tersebut. Hari ini menjadi puncak pembuktian janjinya untuk mengangkat ribuan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) menjadi ASN melalui jalur PPPK.
Pelantikan juga dihadiri Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, camat, serta tokoh masyarakat.
“PPPK bukan status kehormatan untuk dilayani. PPPK diangkat untuk melayani masyarakat, bekerja sesuai aturan, dan memberi dampak positif,” tegas Ardiansyah dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa kerja PPPK bersifat terbatas, yakni lima tahun sesuai SK, namun bisa dievaluasi sewaktu-waktu. “Kalau kinerjanya buruk, bukan tidak mungkin diberhentikan lebih cepat. Tapi semua dilakukan sesuai prosedur,” tambahnya.
Menjawab kekhawatiran soal efisiensi belanja pegawai, Ardiansyah memastikan anggaran telah disiapkan dengan matang dan sesuai arahan pemerintah pusat. Prosedur perpanjangan PPPK pun akan mengikuti regulasi nasional.
Terkait 10 calon PPPK yang belum menerima SK, Bupati menjelaskan bahwa prosesnya masih ditunda karena alasan administratif, dan telah diserahkan kepada BKPSDM untuk ditangani secara profesional.
Usai acara, ratusan PPPK mengerubungi Bupati untuk berfoto. Pelantikan seketika berubah menjadi sesi selfie akbar. Ardiansyah melayani dengan senyum lebar, sebelum akhirnya dikawal ke mobil dinas karena kerumunan tak juga surut.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni penambahan aparatur sipil negara. Ia menyimpan harapan baru: dengan semangat pengabdian dan loyalitas, pelayanan publik Kutai Timur dapat melompat lebih jauh. Bagi 3.703 PPPK yang dilantik, sumpah di stadion hari itu adalah janji setia di garis depan pengabdian. (*/win)
