Disdikbud Siapkan MBS Sebagai Proyek Percontohan Kemajuan Pendidikan Daerah

22 November 2025
383 dilihat
1 min read

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) berkomitmen untuk mengembangkan sekolah berbasis agama Islam dan menjadikannya sebagai proyek percontohan kemajuan pendidikan di daerah Kutim. Komitmen ini diperkuat dengan alokasi anggaran signifikan untuk mendukung pembangunan sarana prasarana.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan dukungan ini saat membuka acara Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri dan Jejak Peradaban Islam di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Menurut Mulyono, Pemkab Kutim memiliki konsep untuk menempatkan sekolah-sekolah berlatar belakang Islam, khususnya yang bernaung di bawah organisasi besar seperti Muhammadiyah dan NU, sebagai model institusi pendidikan modern yang unggul.

“Kita punya konsep bagaimana sekolah-sekolah yang mempunyai basis agama Islam, harus bisa dijadikan sebagai contoh atau model,” tegas Mulyono.

BACA JUGA  Kutai Pesisir Melangkah ke Babak Baru Setelah Masuk Daftar CDOB Nasional

Langkah nyata dimulai dari Disdikbud yang meminta pengurus Muhammadiyah Boarding School (MBS) untuk merancangkan rencana pembangunan sebagai pedoman utama. Dukungan finansial diberikan Disdikbud untuk merealisasikan rencana pembangunan MBS (Muhammadiyah Boarding School).

Proyek pembangunan dimulai sejak peletakan batu pertama tahun lalu. Proyek berjalan pesat hingga didukung pengalokasian dana anggaran Tahap I sebesar Rp1,8 miliar. Saat ini, pembangunan telah memasuki anggaran Tahap II.

Mulyono menargetkan, jika masa jabatannya masih berlanjut dua tahun ke depan, konsep pembangunan berdasarkan rencana yang telah disusun dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Pemerintah Daerah erharap MBS Putra dan Putri kelak menjadi sekolah berasrama terbaik di Kutim, menyediakan fasilitas yang representatif dan mendukung kegiatan belajar santri. ​“Kami dari Disdikbud Kutim berkomitmen untuk meneruskan dan melanjutkan pembangunan MBS Putra dan Putri Muhammadiyah supaya anak-anak kita dalam mondok nantinya itu lebih representatif, lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA  Rakoor PPID Kutim Jadi Momentum Meneguhkan Komitmen Transparansi Tanpa Tunda

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya sinergi. “Intinya harapan saya kepada seluruh pengurus Muhammadiyah jangan pernah bosan-bosan, jangan pernah sungkan-sungkan untuk terus komunikasi, koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” pesannya, demi memastikan semua rencana pembangunan berjalan lancar. (ADV/ProkopimKutim/UB)