Dari Bukit Mampang ke Langit Nusantara: Sekerat Siap Jadi Ikon Paralayang Timur Indonesia

11 November 2025
428 dilihat
1 min read

BENGALON — Festival Sekerat tahun ini menjadi peristiwa penting bagi kebangkitan wisata dirgantara Kutim. Wahana paralayang resmi dibuka untuk umum setelah tiga kali menjalani uji kelayakan oleh para atlet profesional, termasuk Ike Ayu Wulandari dari Malang dan Ali Musa, pilot lokal Kutim.

Selama 23–26 Oktober 2025, warga dapat menikmati sensasi terbang tandem dengan biaya Rp400 ribu per orang selama 5–7 menit, dengan berat badan peserta 25–90 kilogram. Panitia bahkan menyiapkan layanan ojek gratis menuju titik lepas landas.

Sebagai dukungan, Bupati Kutim H. Ardiansyah Sulaiman. mengunjungi lokasi peluncuran paralayang di Bukit Mampang untuk mendengar langsung harapan para atlet paralayang dan komunitas wisata dirgantara yang ingin menjadikan Sekerat sebagai pusat wisata udara berkelas nasional hingga internasional.

BACA JUGA  Irwan Perkuat Sinergi Daerah dan Pusat Demi Kemajuan Kutim

Dalam pertemuan di tepi pantai, Arman Mando selaku perwakilan Tim Terpadu Wisata Dirgantara Sekerat memaparkan sejumlah keperluan penting agar Bukit Mampang memenuhi standar nasional paralayang. Ia juga mengusulkan pembentukan sekolah pilot paralayang di Desa Sekerat. Selain mencetak atlet unggulan, sekolah ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat setempat melalui keterampilan dan peluang ekonomi baru di sektor wisata petualangan.

Menanggapi hal itu, Ardiansyah siap memenuhi usulan para atlet. Menurutnya, jika fasilitas pendukung bisa diwujudkan, Sekerat berpotensi menjadi pusat paralayang kawasan timur Indonesia, sejajar dengan Kota Batu di Jawa Timur.

Festival Sekerat kini tak lagi sekadar ajang budaya pesisir, melainkan pintu gerbang menuju wisata petualangan langit Kutai Timur. Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat menjadikan Sekerat sebagai ikon wisata dirgantara Kalimantan Timur. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Budidaya Ikan di Lahan Bekas Tambang