Atasi Overkapasitas Lapas, Pemkab Kutim Siapkan Lahan Pembangunan Fasilitas Baru

21 November 2025
283 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak cepat merespons persoalan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bontang. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memastikan pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru yang akan diperuntukkan bagi warga binaan asal Kutim.

Isu tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran Lapas Kelas II Bontang dengan Bupati Kutim di Ruang Kerja Bupati, Bukit Pelangi, Sangatta. Dalam pertemuan itu, tim Lapas yang dipimpin Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Riza Mardani, didampingi Kasubsi Registrasi Dwi Satrio serta Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Saripudin, memaparkan langsung kondisi faktual lembaga pemasyarakatan yang kini sudah kelebihan daya tampung.

BACA JUGA  SunMoRun 2025 Meriah, Bupati Ajak Warga Jadikan Olahraga Sebagai Kebutuhan Hidup

Riza menjelaskan, mayoritas penghuni Lapas Bontang berasal dari wilayah Kutai Timur. Lonjakan jumlah tahanan dan narapidana ini membuat kapasitas blok hunian tidak lagi ideal. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada aspek pembinaan, kesehatan, hingga keamanan di dalam lapas jika tidak segera dicarikan solusi.

Menanggapi hal tersebut, Ardiansyah menyatakan Pemkab Kutim siap berkolaborasi. Ia menegaskan, lahan untuk pembangunan lapas baru telah disiapkan dan akan diarahkan sebagai fasilitas pemasyarakatan yang lebih representatif. “Kami ingin warga binaan dari Kutim menjalani masa pidana secara manusiawi dan sesuai standar kelayakan. Fasilitas yang baik adalah bagian dari hak mereka,” kata Ardiansyah.

Ia menambahkan, lapas baru nantinya diharapkan menjadi pusat pembinaan dan rehabilitasi yang lebih modern. Program pembinaan kepribadian maupun keterampilan kerja akan dioptimalkan agar narapidana siap kembali ke masyarakat, sejalan dengan tujuan reintegrasi sosial.

BACA JUGA  Peringati Hari Santri, MBS Putri Kutim Gelar Lomba Mading Bertema Peradaban Islam

Dalam audiensi itu, pihak Lapas Bontang juga menyerahkan proposal resmi berisi kebutuhan lahan, rancangan awal bangunan, dan skema kerja sama dengan pemerintah daerah. Proposal tersebut akan menjadi dasar pembahasan teknis lanjutan di tingkat Pemkab Kutim.

Ardiansyah menilai upaya Lapas Bontang sangat sejalan dengan komitmen daerah dalam mendorong sistem pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan berbasis pembinaan.(ADV/ProkopimKutim/UB)