PALEMBANG — Ajang Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII Tahun 2025 di Palembang kembali menjadi panggung pembuktian kemampuan dan sportivitas aparatur sipil negara dari seluruh Indonesia. Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil tampil gemilang dengan menempati peringkat ke-9 nasional dan meraih sembilan medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Capaian mereka menjadi prestasi tertinggi di antara seluruh provinsi di Pulau Kalimantan.
Di balik capaian tersebut, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan sumbangsih signifikan melalui kehadiran para atlet dan pelatih yang memperkuat kontingen Kaltim. Mereka tampil pada sejumlah cabang olahraga unggulan seperti bola voli, tenis meja, dan gateball.
Ketua Bapor Korpri Kutim, Syahfur, yang juga Manajer Tim Voli Putri Kaltim, mengatakan bahwa pencapaian tersebut sangat membanggakan, mengingat ribuan peserta turut ambil bagian di ajang nasional ini. Ia menilai keberhasilan Kaltim masuk 10 besar dari sekitar 38 provinsi se-Indonesia membuktikan bahwa ASN Kaltim, termasuk dari Kutim, mampu bersaing di tingkat nasional.
Pada cabang bola voli putri, tim Kaltim mencatat hasil impresif sejak fase penyisihan dengan tiga kemenangan telak berskor 3-0. Mereka juga berhasil menyingkirkan tim Komdigi di perempat final sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Lampung di babak semifinal. Kutim turut mengirimkan atlet-atlet terbaik seperti Diana Pinaria, Feni Law, Berna Deta, dan Vivi Wijayanti, didukung pelatih Agung Setiawan dan Sutrisno. Di cabang lain, sejumlah atlet Kutim juga berpartisipasi, termasuk Syahfur yang meraih juara 3 beregu putra tenis lapangan kelas eksekutif.
Pornas Korpri XVII tahun ini diikuti lebih dari 9.300 peserta dari berbagai instansi dan provinsi, menandakan meningkatnya antusiasme ASN dalam mengembangkan budaya olahraga dan memperkuat solidaritas. Menurut Syahfur, ajang ini bukan sekadar perebutan medali, tetapi momentum mempertegas pentingnya kesehatan, disiplin, serta kebersamaan di kalangan aparatur.
Ia berharap semangat kompetitif yang dihasilkan dari ajang nasional ini dapat dibawa kembali ke daerah sebagai dorongan untuk menumbuhkan tradisi olahraga dan melahirkan talenta-talenta baru yang berdaya saing. (ADV/ProkopimKutim/UB)
