Maulid Nabi di Bengalon, Ribuan Jamaah Padati Majelis Taklim Akbar

17 November 2025
483 dilihat
1 min read

BENGALON – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Bengalon berlangsung meriah dan dipadati ribuan jamaah. Acara yang diselenggarakan Majelis Taklim Akbar Bengalon di Gedung Majelis Taklim Akbar itu menjadi momentum kebersamaan warga sekaligus penguatan keteladanan Rasulullah SAW.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan laporan panitia oleh Ketua Majelis Taklim Akbar Bengalon, Umi Nurul Hikmah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya acara.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, para jamaah, dan pihak-pihak yang telah membantu hingga acara ini terlaksana dengan lancar,” ucapnya. Ia juga sempat berseloroh bahwa ramainya jamaah hadir bukan karena adanya hadiah, tetapi karena murni kecintaan kepada Rasulullah SAW.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Prioritaskan Peningkatan Infrastruktur Akses Jalan di Muara Ancalong

Dari unsur keamanan, Kapolsek Bengalon AKP Asriadi memberikan imbauan agar jamaah tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan warga untuk merawat fasilitas publik yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

“Gedung ini adalah bantuan pemerintah yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya. Ia juga memberi ucapan selamat HUT TNI ke-80 dan menutup sambutannya dengan pantun.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman, yang hadir bersama istri Ny Hj Siti Robiah dan anggota DPRD Kaltim H Arfan.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Kita memperingati Maulid bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana meneladani akhlaknya dalam keseharian,” ujar Bupati. Ia menambahkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui amalan yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Disdikbud Kutim Dorong Kemajuan Pendidikan Lewat Talk Show di Hari Santri

Puncak acara diisi tausiah oleh Dr H Shobirin Bagus. Melalui penyampaian yang komunikatif dan diselingi humor, ia mengajak jamaah memperkuat iman, menjaga persatuan, serta memahami bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan ajaran Islam.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian simbolik pohon maulid, serta tradisi masyarakat Bengalon yang berisi hasil bumi dan kebutuhan rumah tangga. Kegiatan berlangsung tertib dan diikuti jamaah hingga akhir(ADV/ProkopimKutim/UB)