Menuju Babak Baru, STIPER Kutim Mantapkan Langkah Transformasi Menjadi Universitas Negeri

17 November 2025
540 dilihat
1 min read

SANGATTA – Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan capaian penting melalui Wisuda Sarjana ke-20 yang meluluskan 68 wisudawan dari berbagai program studi. Acara yang digelar di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi ini berlangsung khidmat dan dihadiri para orang tua, dosen, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua STIPER Kutim, Dr. Ismail Fahmi Almadi, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kemajuan kampus yang terus berkembang. Tahun akademik 2025 mencatat peningkatan signifikan, dengan 120 mahasiswa baru atau naik sekitar 193 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami membuka kelas regional dan kelas pekerja. Sekitar 40 persen mahasiswa berasal dari kalangan profesional. Kami ingin pendidikan tinggi bisa diakses lebih luas dan langsung memberi dampak bagi dunia kerja,” ujarnya.

BACA JUGA  Rudy Mas’ud: Kemandirian Pangan adalah Kunci bagi Kesejahteraan Masyarakat

Saat ini STIPER Kutim memiliki 51 dosen tetap, terdiri dari 10 doktor (S3) dan 37 magister (S2), dengan hampir seluruhnya telah tersertifikasi pendidik. Kampus ini membina lima program studi, yaitu Agroteknologi, Teknik Pertanian, Ilmu Kelautan, Peternakan, dan Kehutanan yang seluruhnya telah berstatus akreditasi Baik dari BAN-PT.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan daerah, STIPER aktif dalam berbagai program riset dan pengabdian, di antaranya budidaya rumput laut di Muara Bengkalong, pengembangan melon di Desa Kandolo, serta pembinaan petani tambak dan persawahan di beberapa kecamatan. Kampus juga melakukan uji coba padi ladang bekerja sama dengan PT Ranindo Danari Internusa, Universitas Padjadjaran, KNPI, dan masyarakat adat.

BACA JUGA  Mahyunadi Tunjuk Camat Muara Ancalong untuk Koordinasi Perbaikan Jalan dan Jembatan Poros Senyiur–Kelinjau Ulu

Ismail menegaskan, STIPER siap bertransformasi menjadi Universitas Negeri Kutai Timur, dan berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Kami ingin menjadikan STIPER sebagai universitas kebanggaan masyarakat Kutim,” katanya.

Kepada para wisudawan, ia berpesan agar tidak berhenti berkarya setelah diwisuda. “Wisuda ini bukan akhir, tapi awal perjalanan untuk memberi kontribusi nyata bagi daerah. Jadilah generasi hebat yang membawa perubahan,” tutupnya. (ADV/ProkopimKutim/UB)