Teh Herbal dari Pekarangan: Dukungan PKK Sangatta Utara terhadap Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga

12 November 2025
302 dilihat
1 min read

SANGATTA – Di tengah peningkatan minat masyarakat terhadap produk herbal, para ibu rumah tangga di Sangatta Utara melihat peluang baru dari tanaman yang tumbuh di pekarangan mereka. Peluang itu semakin diperkuat setelah 75 perempuan dari kelompok dasa wisma mengikuti pelatihan pembuatan teh celup herbal berbahan empon-empon seperti jahe, kunyit, sereh, dan lengkuas.

Pelatihan yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Sangatta Utara dan dibuka oleh Camat tersebut bertujuan untuk mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Para peserta tidak hanya belajar meracik dan mengemas teh, tetapi juga mendapat pembekalan terkait pemasaran dari Dinas Kesehatan, Disperindag, dan TP PKK Kutim.

Camat sekaligus Ketua TP PKK Sangatta Utara, Hasdiah, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah mereka miliki. “Kami ingin masyarakat tumbuh sebagai pelaku usaha, bukan hanya penerima bantuan,” ujarnya.

BACA JUGA  Satyalancana sebagai Penghargaan dan Pengingat Moral bagi ASN Kutai Timur

Kegiatan ini menyasar Pokja (kelompok kerja) PKK, khususnya Pokja 2 yang fokus pada pelatihan dan pengemasan serta Pokja 3 yang bergerak di bidang pangan. Melalui pelatihan lanjutan, PKK berencana meningkatkan kualitas produk sekaligus menopang kemampuan wirausaha peserta agar produk herbal dapat bersaing di pasar.

Antusiasme terlihat dari peserta. Ibu Nani dari RT 04 mengaku baru pertama kali membuat teh celup secara mandiri dan melihat peluang usaha dari tanaman yang selama ini tumbuh di kebun. Sementara itu, Rina, peserta muda, menilai produk teh herbal sangat potensial untuk dijual secara daring dengan kemasan yang menarik.

Bagi PKK, pelatihan ini sejalan dengan gerakan nasional Aku Hatinya PKK yang mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari ketahanan pangan. Namun bagi perempuan di Sangatta Utara, langkah ini menjadi sebuah pintu menuju usaha rumahan yang berkelanjutan dan berakar pada tradisi lokal. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Pemkab Kutim Dorong Profesionalisme Pegiat Arsip Lewat Penghargaan Arsiparis Terbaik 2025