Raih Akreditasi Utama, Labkesda Kutim Soroti Tantangan Pemanfaatan dan SDM

12 November 2025
376 dilihat
1 min read

SANGATTA – Belum lama ini, Laboratorium Kesehatan Daerah Kutim memperoleh Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan RI melalui LASKESI. Pengakuan tersebut menandakan bahwa tata kelola, mutu pelayanan, dan kompetensi tenaga kesehatan di Labkesda telah memenuhi standar nasional dan menunjukkan kualitas pelayanan yang lebih baik berdasarkan Peraturan menteri Kesehatan (Pemenkes) Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan.

Meskipun demikian, Kepala UPT Labkesda Kutim, Gregorius Gebo, menilai capaian ini masih harus diikuti dengan pemanfaatan layanan yang lebih luas. Labkesda merupakan bagian dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berperan aktif dalam menopang sektor kesehatan dan ekonomi daerah. Namun, menurut Gregorius, kontribusi Labkesda sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah belum tergarap dengan optimal.

BACA JUGA  Sahari Nor Wakhid Kembali Dianugerahi Penghargaan, Buktikan Dedikasi Terhadap Literasi

Baik masyarakat maupun sektor swasta dinilai masih kurang memanfaatkan fasilitas laboratorium daerah, meskipun berbagai layanan tersedia mulai dari pemeriksaan klinis hingga analisis kesehatan lingkungan. Sebagai contoh, perusahaan di Kutim semestinya dapat menjadikan Labkesda sebagai rujukan untuk medical check-up karyawan ataupun uji kualitas lingkungan kerja. “Jika layanan itu dimaksimalkan, dampaknya terhadap PAD akan sangat signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, kekurangan tenaga analis laboratorium masih menjadi kendala utama. Saat ini, Labkesda hanya memiliki empat analis, jauh dari kebutuhan ideal yaitu 16 orang. Keterbatasan SDM ini berpotensi menghambat kualitas layanan, khususnya dalam situasi darurat seperti masa pandemi COVID-19 ketika Labkesda menjadi garda terdepan pemeriksaan PCR.

BACA JUGA  Budidaya Ikan di Lahan Bekas Tambang

Akses menuju lokasi Labkesda juga menjadi perhatian. Kondisi jalan yang licin saat hujan kerap menyulitkan masyarakat. Gregorius berharap perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan untuk menunjang pelayanan.

Gregorius menegaskan bahwa laboratorium kesehatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat uji sampel, melainkan juga sebuah instrumen penting dalam menjaga ketahanan kesehatan daerah. Oleh karena itu, kolaborasi semua pihak dinilai krusial untuk memperkuat keberadaan Labkesda Kutai Timur. (ADV/ProkopimKutim/UB)