SANGATTA – Pembukaan pendaftaran Beasiswa Kutim 2025 kembali menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam memperluas akses pendidikan bagi warganya. Memasuki tahun keempat pelaksanaan, program beasiswa yang dikelola Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini hadir dengan skema yang semakin beragam dan inklusif bagi pelajar serta mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Plt Kepala Bagian Kesra, Nurkholis, menjelaskan bahwa tahun ini beasiswa dibagi dalam dua kelompok besar, Beasiswa Tuntas dan Beasiswa Stimulan. Beasiswa Tuntas diberikan kepada mahasiswa mulai semester II hingga VIII dengan syarat IPK minimal 3.00. Sementara itu, Beasiswa Stimulan yang diberikan setahun sekali mencakup berbagai subkategori seperti beasiswa bagi kelompok miskin, anak cucu veteran, hafiz Al-Qur’an, serta beasiswa skripsi, tesis, hingga peluang studi luar negeri bagi penerimanya.
Tidak hanya itu, Pemkab Kutim juga membuka jalur beasiswa kerja sama di bidang-bidang penting seperti kedokteran, kesehatan, pertanahan, dan pendidikan. Salah satu program yang diminati adalah beasiswa kedokteran hasil kerja sama dengan Universitas Mulawarman, di mana penerimanya diwajibkan mengabdi di fasilitas kesehatan Kutim setelah menyelesaikan pendidikan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra), Poniso Suryo Renggono, menekankan bahwa digitalisasi proses pendaftaran menjadi kunci transparansi dan kemudahan akses. Ia memastikan bahwa seluruh pelajar dan mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk mendaftar tanpa mengalami kendala teknis maupun administratif.
Antusiasme masyarakat terhadap Beasiswa Kutim tercatat terus meningkat. Ribuan penerima manfaat sejak 2021 menunjukkan bahwa program ini telah menjadi bagian penting dari 15 program prioritas Pemkab Kutim. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, bahkan menyebut beasiswa sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kualitas SDM daerah.
Dengan dibukanya pendaftaran tahun ini, Pemkab berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi tanpa terkendala biaya.(ADV/ProkopimKutim/UB)
