Renstra PD Sebagai Pintu Awal Pembangunan Daerah di Kutim

4 November 2025
397 dilihat
1 min read

SANGATTA – Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra PD) yang baik dan tepat waktu, menjadi jaminan agar program dan kegiatan perangkat daerah tidak keluar dari jalur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Renstra PD juga menjadi dasar untuk akuntabilitas dan efisiensi anggaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Perencana Ahli Utama dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI Supriadi, saat berlangsungnya pertemuan teknis penyusunan Renstra PD Kutai Timur (Kutim). Kehadiran Supriadi adalah untuk memastikan proses penyusunan Renstra PD di Kutim berjalan sistematis dan selaras dengan arah pembangunan daerah.

Diungkapkan oleh Supriadi, Renstra PD bukan sekadar rencana administratif, melainkan cetak biru arah pembangunan jangka menengah yang menjadi pegangan seluruh perangkat daerah dalam mengimplementasikan visi dan misi kepala daerah. Kesadaran akan pentingnya penyusunan Renstra PD inilah yang menjadi pokok bahasan utama dalam pertemuan yang digelar di ruang Kantor Bupati Kutim, Sangatta ini.

BACA JUGA  Sahari Nor Wakhid Kembali Dianugerahi Penghargaan, Buktikan Dedikasi Terhadap Literasi

Supriadi juga mengingatkan konsekuensi yang muncul apabila penyusunan Renstra PD tidak dilakukan tepat waktu atau tidak dilakukan dengan serius. Dampaknya bisa sangat besar terhadap arah kebijakan, pelaksanaan kegiatan, hingga akuntabilitas kinerja pemerintahan.

“Program bisa tidak nyambung dengan RPJMD, kinerja sulit diukur, laporan LAKIP terganggu, dan akhirnya publik tidak percaya. Bahkan bisa terjadi pemborosan anggaran karena tidak ada peta jalan yang jelas,” jelasnya.

Penyusunan Renstra PD di Kutim merupakan proses strategis yang menuntut kolaborasi antarlembaga, ketajaman analisis, dan kesungguhan dalam merancang masa depan. Jika proses ini dijalankan dengan baik, Kutim bukan hanya akan memiliki program kerja yang solid, tetapi juga sistem pembangunan daerah yang tahan terhadap dinamika dan perubahan zaman.

BACA JUGA  Mahyunadi Dorong Terbentuknya Komunitas Guru Inovatif Sebagai Pelita di Tengah Arus Perubahan

“Renstra adalah pintu awal dari semua. Kalau kita buka dengan benar, maka jalan pembangunan akan terbuka dengan lebar,” pungkas Supriadi. (ADV/ProkopimKutim/UB)