SANGKULIRANG – Diperkuat delapan dokter spesialis dari berbagai bidang, dan disertai teknologi operasi modern, RSUD Sangkulirang kini sudah bisa menjadi rujukan utama untuk pelayanan kesehatan di pesisir Kutai Timur (Kutim). Ke depannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim akan terus meningkatkan layanan kesehatan di wilayah pesisir secara bertahap.
Hal ini disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat memberikan sambutan dalam peluncuran layanan operasi katarak modern tanpa jahitan (phacoemulsification) di RSUD Sangkulirang. Hadir dalam acara peluncuran ini, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kaltim, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dikemukakan oleh Ardiansyah, pembangunan sektor kesehatan tak boleh hanya bertumpu di pusat kabupaten. Untuk itulah, salah satu layanan yang kini direncanakan oleh Pemkab Kutim adalah program dokter keliling untuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Selain itu, Sang Bupati pun menegaskan bahwa program peningkatan layanan spesialistik merupakan bagian dari visi membangun keadilan layanan dasar bagi seluruh masyarakat Kutim. “Bukan hanya untuk kawasan Sangatta, tetapi juga kecamatan-kecamatan jauh seperti Karangan, Sandaran, Kaliorang, hingga Busang,” ucapnya menambahkan.
Peluncuran layanan operasi katarak modern di RSUD Sangkulirang juga membuka peluang pengembangan layanan kesehatan lanjutan untuk kawasan pesisir. Harapan untuk ke depan, rumah sakit ini tidak hanya menjadi rujukan regional, tetapi juga sebagai pusat pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas di perbatasan Kutim.
Bagi Kutim, langkah ini menegaskan arah pembangunan yang inklusif. Membangun dari pinggiran, tanpa membiarkan satu pun warga tertinggal dalam pelayanan dasar. (ADV/ProkopimKutim/UB)
