Internet Blank Spot Layanan Publik Tersendat, Diskominfo: “Kita Cari Solusinya!”

18 November 2025
341 dilihat
1 min read

Sangatta – Jaringan internet di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi, khususnya di daerah-daerah yang masih belum terjangkau atau blank spot. Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim bertekad untuk mencari solusi efisien guna mengatasi masalah ini.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menyampaikan bahwa pihaknya sedang berfokus pada penyelesaian masalah ini dengan memanfaatkan anggaran yang ada secara efektif dan efisien. “Makanya kita fokus dulu pada titik-titik prioritas, seperti kantor desa, sekolah, puskesmas, dan UPT. Tujuannya agar layanan administrasi dan pelayanan publik tidak terganggu,” ujar Ronny di Sangatta.

Ronny menjelaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Kutai Timur yang luas, serta distribusi penduduk yang tidak merata, menyebabkan beberapa provider enggan masuk ke daerah-daerah tertentu. Meskipun begitu, Diskominfo Kutim sudah mulai melakukan pemasangan jaringan internet di sejumlah fasilitas publik penting, sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menambah dukungan jaringan. 

BACA JUGA  Miang dan Birah-Birah, Dua Pulau Destinasi Pariwisata Kutim

“Kami berbagi tugas, provinsi bisa membantu titik-titik di area publik, sementara kami fokus pada sarana administrasi di tingkat desa,” tambahnya.

Namun, penggunaan internet di lapangan juga menghadirkan masalah lain. Ronny menuturkan, sering kali kuota internet cepat habis karena digunakan oleh warga untuk keperluan hiburan, seperti menonton YouTube, yang menyebabkan koneksi menjadi lemot. 

“Padahal yang utama kan untuk administrasi dan pelayanan publik,” jelasnya.

Untuk itu, Diskominfo sedang merancang skema penggunaan internet, apakah berbasis kuota atau kecepatan, agar lebih tepat sasaran. Di samping masalah teknis, kendala anggaran juga menjadi isu utama dalam pengembangan jaringan. Ronny menekankan bahwa mereka tidak dapat memaksakan pemerataan internet secara seratus persen dalam waktu singkat. 

BACA JUGA  Festival Seni Budaya dan Magic Land, Dua Panggung Kreativitas Kutim 

“Kalau bicara kebutuhan, bisa sampai ratusan miliar bahkan triliunan. Maka kita realistis, bagaimana anggaran yang minimalis bisa menghasilkan capaian maksimal,” tegasnya.

Diskominfo Kutim juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, termasuk perusahaan dan provider, untuk memperkuat jaringan di titik-titik strategis. Salah satu contoh kerja sama adalah dengan memasang penguat sinyal di kawasan pasar atau pusat keramaian agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (ADV)