Kutim Perkuat Industri Kecil-Menengah Lewat Program Pendampingan Komprehensif

16 November 2025
369 dilihat
1 min read

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendampingan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sepanjang tahun 2025. Fokus ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat serta memperluas peluang usaha di tingkat lokal.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa seluruh program yang dirumuskan pada Rencana Kerja (Renja) tahun ini telah disesuaikan secara langsung dengan tugas pokok dan fungsi instansinya. 

“Untuk tahun ini tentu apa yang sudah dituangkan dalam Renja, (rencana kerja tahunan), tentu sesuai dengan tupoksi di Disperindag Kutai Timur,” ujarnya.

Nora menegaskan bahwa arah utama dari berbagai program yang disiapkan adalah meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku IKM melalui pendampingan yang lebih terstruktur. “Arah dari tujuan organisasi kami adalah untuk meningkatkan upaya pendampingan kepada kawan-kawan IKM, atau Industri Kecil Menengah,” tuturnya.

BACA JUGA  Talenta Muda Kutim Jadi Calon Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Pendampingan yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan keterampilan produksi, penguatan manajemen usaha, sertifikasi mutu produk, hingga optimalisasi pemasaran. Melalui pendekatan ini, Disperindag berupaya memastikan bahwa IKM di Kutai Timur mampu berkembang secara berkelanjutan dan siap bersaing dengan produk dari luar daerah.

Selain itu, penguatan IKM juga dianggap sebagai salah satu strategi penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi. Dengan tumbuhnya industri kecil dan menengah, pemerintah daerah berharap tercipta lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan keluarga, serta bertambahnya nilai tambah ekonomi di tingkat kecamatan hingga desa.

Nora meyakini bahwa keberhasilan pembangunan sektor IKM bukan hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan kolaborasi pelaku usaha, lembaga pendamping, serta dukungan masyarakat. Disperindag Kutim pun berkomitmen menjaga komunikasi aktif dengan pelaku IKM untuk memastikan seluruh program yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan mereka di lapangan.

BACA JUGA  Bupati Cup Panjat Tebing Kutim Masuk Agenda Nasional

Dengan strategi pendampingan ini, pemerintah berharap industri kecil-menengah Kutai Timur dapat berkembang lebih pesat dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi daerah. (ADV)