STIPER dan STAIS Jadi Sorotan, Wabup Kutim Minta Perhatian Serius

15 November 2025
343 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, S.E., M.Si., kembali menyoroti kondisi infrastruktur dua perguruan tinggi di Sangatta, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS). Meskipun kedua kampus tersebut memiliki jumlah mahasiswa yang cukup besar, fasilitas fisik kedua institusi ini dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Mahyunadi menekankan bahwa kemajuan sektor pendidikan tinggi adalah kunci strategis dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia menyebutkan bahwa kondisi STIPER Kutai Timur saat ini terasa bagai “hidup segan mati tak mau”.

“Kita akan maksimalkan sumber daya manusia. Kita lihat STIPER Kutai Timur seperti pepatah hidup segan mati tak mau. Walaupun banyak mahasiswanya, tapi kondisi gedungnya memprihatinkan. STAIS juga demikian,” ujarnya.

BACA JUGA  Kutim Jadi Percontohan, Program “Cap Jempol Stop Stunting” Resmi Dicanangkan

Wakil Bupati menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh diukur hanya dari banyaknya jumlah mahasiswa yang terdaftar, tetapi harus didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai dan layak. Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang yang menentukan masa depan dan arah pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan stimulus beasiswa bagi mahasiswa, tetapi juga fokus pada pembenahan fisik kampus. “Jadi kita mesti serius, selagi kita menciptakan stimulus beasiswa, kita juga perlu memaksimalkan infrastruktur yang ada, membangun gedung-gedungnya, bagaimanapun caranya,” tegasnya.

Komitmen Pemkab Kutim ini bertujuan memperkuat kolaborasi strategis dengan pihak kampus dan lembaga pendidikan terkait. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan daerah.

BACA JUGA  Wakil Bupati Kutim Dorong Efisiensi Anggaran, Kurangi Pengeluaran Seremonial

Dengan adanya sorotan tajam dari pimpinan daerah, revitalisasi STIPER dan STAIS kini diletakkan sebagai agenda prioritas. Ini adalah panggilan nyata bagi semua pemangku kepentingan untuk mengubah pepatah “hidup segan mati tak mau” menjadi momentum kebangkitan infrastruktur pendidikan tinggi Kutim demi lahirnya SDM lokal yang benar-benar siap memimpin masa depan. (ADV)