Kutim Tanah Penih Potensi: Menunggu Tangan Bijak dan Kreatif 

11 November 2025
314 dilihat
1 min read

Sangatta — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, kembali menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Kutim. Dalam sebuah wawancara terkait pembangunan daerah, ia menggambarkan Kutai Timur sebagai wilayah yang dianugerahi kekayaan luar biasa, baik di darat maupun laut.

“Kita punya daratan, ada emas, emas kuning, emas hitam, ada biji besi, kemudian ada minyak. Di atasnya ada sawit, persawahan, coklat, panili, kelapa, dan sebagainya—semuanya ada,” ucapnya.

Menurut Ardiansyah, komposisi sumber daya tersebut menunjukkan bahwa Kutai Timur merupakan daerah yang lengkap secara potensi. Sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga kelautan memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi mesin penggerak pembangunan. Namun ia mengingatkan bahwa potensi sebesar apa pun tidak akan berarti jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang siap dan kompeten.

BACA JUGA  Pelatihan Keterampilan Kutim: Perempuan Didorong Mandiri, Wirausaha Jadi Target

“Tinggal persoalannya siapa yang siap mengerjakan ini semua,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen membuka ruang bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat lokal untuk bersama-sama mengembangkan potensi tersebut secara bertanggung jawab. Pemkab terus mendorong iklim investasi yang kondusif dan pengembangan sektor produktif seperti agribisnis, perkebunan, serta industri hilir.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya inovasi serta kolaborasi lintas sektor agar kekayaan alam Kutim tidak hanya diekstraksi, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Ia berharap generasi muda Kutim tampil sebagai penggerak utama dalam mengolah sumber daya secara kreatif.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Bupati Ardiansyah optimistis Kutai Timur dapat tumbuh sebagai daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. 

BACA JUGA  Lokomotif Baru Ekonomi Kutim: Investasi Industri Skala Nasional

“Kutim ini tanah yang subur dan kaya, tinggal bagaimana kita bersama-sama mengelolanya dengan bijak,” pungkasnya. (ADV)