Tiga Lonba Budaya Meriahkan HUT Kutim ke-26: Kreativitas dalam Identitas Lokal 

9 November 2025
325 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur tahun ini diwarnai ajang kreativitas yang menonjolkan kekayaan budaya lokal. Panitia HUT menggelar tiga kompetisi sekaligus: Lomba Cipta Lagu Daerah, Seni Tutur Jenaka “Ngelaboh”, dan Cipta Motif Batik Kutim.

Ketua Panitia, Trisno, menegaskan bahwa rangkaian lomba tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab untuk menggali potensi seni sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap identitas Kutim. “Kami ingin peringatan HUT Kutim menjadi ruang berekspresi. Melalui musik, seni tutur, dan batik, masyarakat bisa menunjukkan bahwa kreativitas lokal Kutim memiliki daya saing,” ujarnya.

Seluruh lomba mengangkat tema besar “Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, yang diterjemahkan peserta dalam bentuk nada, cerita jenaka, maupun goresan motif batik.

BACA JUGA  Seleksi Anugerah Kebudayaan Rampung, Tinggal Tunggu Surat Keputusan 

Untuk Lomba Cipta Lagu Daerah, peserta diwajibkan menggunakan bahasa Kutai atau Dayak serta memuat nilai budaya dan semangat pembangunan. Lagu berdurasi maksimal lima menit dikirim ke email panitia hingga 17 Oktober 2025 pukul 22.00 Wita. Karya terbaik akan menjadi lagu resmi HUT Kutim dan ditampilkan pada puncak perayaan di Bukit Pelangi.

Sementara itu, lomba Seni Tutur Jenaka “Ngelaboh” menghadirkan tradisi tutur khas Kutai Hulu dengan kemasan humor yang menyentil pesan moral. “Ngelaboh bukan sekadar lucu-lucuan. Ada kritik santun dan kearifan di dalamnya. Kami ingin tradisi ini kembali hidup,” jelas Trisno.

Adapun Lomba Cipta Motif Batik Kutai Timur menantang peserta merancang motif yang mencerminkan karakter daerah. Motif pemenang akan ditetapkan sebagai Motif Batik Resmi Kutai Timur 2025 dan diprioritaskan untuk dipatenkan Pemkab.

BACA JUGA  Menjaga Lestari di Laju Pembangunan: Kutim Kawal Investasi dengan Regulasi

Pendaftaran seluruh lomba dibuka 6–17 Oktober 2025. Pengumuman pemenang dilakukan pada 23 Oktober, dilanjutkan penyerahan hadiah saat puncak HUT pada 26 Oktober 2025. Total hadiah yang disediakan mencapai puluhan juta rupiah: masing-masing Rp21 juta untuk lomba lagu dan batik, serta Rp14 juta untuk Ngelaboh.

Trisno berharap gelaran ini dapat melahirkan talenta baru di bidang seni dan budaya. “Budaya lokal adalah wajah kita. Saatnya Kutim tampil dengan ciri khas yang kuat di tingkat nasional,” pungkasnya. (ADV)