Terburu Menilai, Sesat di Jalan

Jangan terlalu cepat menyimpulkan seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat atau terdengar dari luar.
8 September 2026
19 dilihat
1 min read
Frederik Kalalembang. Foto: Dok. Pribadi

Oleh Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang*

COBALAH membangun komunikasi dengan baik. Bisa jadi seseorang tidak seperti yang kita lihat atau dengar dari luar. Melalui komunikasi, kita dapat mengenal karakter, ketulusan, cara berpikir, serta pengalaman seseorang dengan lebih benar.

Terkadang kita merasa seseorang menjauh, padahal mungkin kita terlalu banyak meminta, terlalu banyak berharap, atau kurang memberi ruang untuk saling memahami. Bisa juga tanpa kita sadari, kita lebih sering ingin didengar daripada mau mendengar.

Komunikasi bukan hanya untuk menyampaikan keinginan. Dari komunikasi yang baik, kita bisa menambah pengetahuan, bertukar pengalaman, mendapatkan masukan, membangun kepercayaan, serta memperoleh manfaat yang mungkin tidak pernah kita dapatkan apabila hanya menilai seseorang dari kejauhan.

BACA JUGA  Mesin Politik Baru Bernama Klientelisme

Karena itu, sebelum menilai seseorang sombong, pelit, berubah, atau tidak peduli, mari terlebih dahulu melakukan introspeksi. Apakah kita sudah membangun komunikasi dengan baik? Apakah kita juga memberi manfaat kepada orang lain? Apakah kita mau mendengar, atau hanya ingin didengar?

Jangan biarkan iri hati membuat kita hanya melihat kekurangan dan melupakan kebaikan seseorang, terlebih jika orang tersebut pernah banyak membantu kita. Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Karena itu, jangan terlalu cepat menilai hanya dari apa yang kita lihat dan dengar. Bangunlah komunikasi, karena dari komunikasi kita mendapatkan pengetahuan, memahami karakter, mempererat hubungan, dan memperoleh manfaat bagi kehidupan kita.

BACA JUGA  Sah! Syaiful Bakhri Pimpin KORMI Kutim

Kadang yang kita perlukan bukan menjauh atau berprasangka, tetapi duduk bersama, berbicara dengan tulus, saling mendengar, dan saling memahami. (*)

*Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.