PLN Ungkap Penyebab Gangguan Listrik Sulsel

Gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dipengaruhi berkurangnya produksi PLTA akibat kondisi alam serta pemeliharaan sejumlah pembangkit thermal.
8 September 2026
13 dilihat
2 mins read
Anggota DPR RI Frederik Kalalembang

MAKASSAR — General Manager Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Ditribusi (UID) Sulselrabar Edyansyah menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir. Ia mengatakan, PLN terus mempercepat pemulihan sistem sekaligus melakukan optimalisasi pembangkit untuk menjaga pasokan listrik kepada masyarakat.

“Terima kasih atas perhatian, kepedulian, dan masukan yang diberikan. Bagi kami, hal tersebut menjadi pengingat sekaligus dorongan untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat,” kata Edyansyah, dalam rilis yang diterima ulinborneo.id.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perhatian Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Drs Frederik Kalalembang, yang meminta penjelasan terbuka mengenai kondisi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, terutama terkait pertanyaan masyarakat mengenai cadangan daya yang disebut masih memadai.

Edyansyah menjelaskan, secara kapasitas terpasang dan dalam kondisi normal, sistem kelistrikan Sulawesi Selatan dan interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) masih memadai. Namun, keseimbangan sistem dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, terutama kondisi alam yang berdampak terhadap pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

“Karakteristik sistem kelistrikan kita memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap pembangkit listrik tenaga air. Sekitar 33 persen hingga 40 persen pasokan listrik di sistem Sulbagsel berasal dari PLTA,” jelasnya.

Untuk menjaga pasokan, PLN mengoptimalkan pembangkit thermal, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Namun, pengoperasian pembangkit dengan beban tinggi secara terus-menerus juga membutuhkan pemeliharaan untuk menjaga kondisi peralatan.

“Ketika pembangkit thermal beroperasi dengan beban tinggi secara kontinyu, diperlukan pemeliharaan pada beberapa unit pembangkit untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih besar,” ujarnya.

Kondisi tersebut, ditambah berkurangnya produksi PLTA akibat faktor cuaca, membuat PLN harus melakukan penyesuaian pasokan, terutama saat beban puncak malam hari.Selain pembangkitan, PLN juga menghadapi tantangan dalam pengaturan energi primer, cuaca ekstrem, serta menjaga keseimbangan antara kemampuan pembangkit dengan kebutuhan listrik masyarakat dan industri.

Saat ini, PLN bersama mitra pengelola pembangkit terus melakukan percepatan pemulihan. Tim teknis bekerja selama 24 jam untuk mengembalikan pembangkit ke kondisi optimal. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mempercepat penormalan unit pembangkit thermal, termasuk PLTU Jeneponto yang secara bertahap kembali masuk ke sistem untuk menambah pasokan daya.

PLN juga melakukan koordinasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah tangkapan air pembangkit hidro, mengoptimalkan pembangkit berbasis BBM/diesel sebagai penopang sementara, serta memperkuat penyampaian informasi melalui PLN Mobile dan kanal resmi PLN.

“Kami terus berupaya agar kondisi sistem kembali normal dan pasokan listrik dapat pulih secara bertahap. Seluruh insan PLN di lapangan saat ini bekerja maksimal untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga,” tutur Edyansyah.

Sebelumnya, Frederik Kalalembang menilai masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai kondisi kelistrikan, terutama ketika pemadaman masih terjadi meskipun sistem disebut memiliki cadangan daya yang cukup.

Menurut Frederik, persoalan keandalan listrik tidak hanya berkaitan dengan kapasitas pembangkit, tetapi juga kemampuan menyalurkan energi secara stabil kepada masyarakat.

“Yang paling dirasakan masyarakat adalah keandalan pelayanan. Karena itu, penting adanya keterbukaan informasi, evaluasi, dan langkah perbaikan agar persoalan serupa dapat diminimalkan,” kata Frederik.

PLN memastikan evaluasi terhadap sistem kelistrikan Sulawesi Selatan terus dilakukan, disertai koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan dan menjaga keandalan pasokan listrik. (*)

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.