Megawati dan SBY Tidak Hadir dalam Sidang Tahunan MPR/DPR 2024

18 Agustus 2024
396 dilihat
1 min read

Kutai Timur, UlinBorneo.id – Sidang Tahunan MPR/DPR yang digelar hari ini menjadi momen penting dengan diisinya pidato kenegaraan terakhir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, absennya dua mantan presiden, yaitu Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menarik perhatian publik.

Ketidakhadiran Megawati dalam sidang tahunan ini menjadi sorotan karena ini merupakan kali pertama beliau absen selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi. Ketua DPR Puan Maharani, yang juga putri Megawati, menyampaikan bahwa ketidakhadiran ibundanya disebabkan oleh adanya acara lain yang harus dihadiri.

Mengutip antaranews.com Anggota Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima yang dimintai keteranan belum mengetahui kepastian hadir atau tidaknya Megawati, tetapi dia menyebut bahwa Megawati sedang berada di Jakarta.

BACA JUGA  KIM Semakin Menguat, Tiga Parpol Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Gibran

“Saya belum tahu kepastiannya soal hadir atau tidaknya. Bagi saya kalau ibu dalam kondisi yang sehat, badan yang sehat, pasti beliau hadir,” kata Aria sebelum menuju ke ruang sidang tahunan.

Di sisi lain, SBY, yang juga tidak hadir dalam sidang tahunan ini, dilaporkan sedang berada di Pacitan, Jawa Timur, untuk menghadiri syukuran satu tahun museum dan galeri SBY-Ani. Acara tersebut bertepatan dengan pelaksanaan sidang tahunan MPR/DPR di Jakarta.

“Tentu sebagai pendiri dan penggagas museum tersebut,” ungkap Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Ibas mengatakan bahwa SBY ingin ikut berkontribusi dalam mendukung pelestarian museum yang didirikan untuk mengenang istrinya itu.

BACA JUGA  Usai Aksi Joget dan Sawer di Dinas PUPR Bikin Geger Jagat Maya, Bupati Kutim: Itu Keterlaluan

“Beliau ingin hadir secara langsung, memberikan semacam selametan gitu ya, agar usia museum di masa depan juga terus baik dan bisa bermanfaat untuk generasi generasi selanjutnya,” ujarnya.

Ketidakhadiran kedua tokoh besar ini dalam sidang tahunan yang penting bagi perjalanan demokrasi Indonesia menjadi perbincangan hangat, mengingat keduanya merupakan figur yang sangat berpengaruh dalam sejarah politik tanah air. Pidato kenegaraan Presiden Jokowi kali ini juga menjadi perhatian khusus karena menandai akhir dari masa jabatannya sebagai Presiden RI. (*/Deen)