SANGATTA – Pesta demokrasi di Kutai Timur (Kutim) semakin mendekati puncaknya dengan dilangsungkannya deklarasi pasangan calon bupati dan wakil bupati, Kasmidi Bulang dan Lulu Kinsu (KB-KINSU), di Jalan Ahmad Yani, Sangatta, Rabu (28/08/2024). Acara ini diramaikan oleh berbagai elemen masyarakat yang turut membawa ragam budaya nusantara. Deklarasi ini bukan sekadar pernyataan politik, melainkan sebuah perayaan budaya yang spektakuler dan penuh warna.
Berbagai kesenian tradisional turut mewarnai perjalanan KB-KINSU menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim di Bukit Pelangi. Pakaian adat khas Manado dan atraksi seni jaranan dari Jawa Timur menjadi daya tarik tersendiri. Para pendukung tidak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi juga terlibat aktif dalam memeriahkan acara. Seolah menggabungkan semangat Pilkada dengan kekayaan budaya Indonesia, deklarasi ini menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan menuju Pilkada Kutim.
Selain kehadiran budaya, tidak kurang dari 321 tim relawan dari berbagai kecamatan di Kutim turut hadir. Mereka dengan semangat tinggi mengantar pasangan KB-KINSU menuju KPU. Kehadiran para relawan ini menjadi bukti nyata bahwa pasangan ini mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat.
Dalam pidatonya, Kasmidi Bulang mengangkat isu strategis yang akan mempengaruhi masa depan Kutim. Yakni bonus demografi pada tahun 2045.
“Kita jangan hanya menjadi penonton. Kita harus memanfaatkan bonus demografi ini untuk kemajuan daerah,” ujar Kasmidi dengan penuh semangat.
Bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif lebih besar daripada non-produktif, dianggap sebagai peluang emas yang harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan. Tak hanya soal demografi, Kasmidi juga menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur di Kutim.
“Jalan, jembatan, dan infrastruktur penunjang lainnya akan menjadi fokus utama kami. Pembangunan ini bukan sekadar janji, tapi komitmen kami untuk membangun Kutai Timur yang lebih baik,” tegasnya.
Kehadiran partai politik pendukung semakin memperkuat deklarasi ini. Sejumlah partai besar seperti Nasdem, PDIP, PPP, PAN, Gelora, PKB, PKN, dan Partai Buruh turut serta dalam mengantarkan pasangan KB-KINSU menuju KPU. Koalisi partai-partai ini memperlihatkan soliditas dan kekompakan dalam menghadapi Pilkada Kutim yang sengit.
Bram, salah satu penari tambora dari Sanggar Manado Pinaesaan Bengalon, mengungkapkan antusiasmenya menyambut pasangan calon KB-KINSU.
“Kami terdiri dari 19 orang, masing-masing memiliki tugas berbeda. Kami siap menyambut Pak KB dan Pak Kinsu dengan tarian khas Manado dan pakaian adat berwarna merah,” ujar Bram penuh semangat.
Penampilan mereka menambah kemeriahan acara, menciptakan atmosfer yang meriah dan penuh semangat. Deklarasi ini tidak hanya menjadi momentum politik, tetapi juga sebuah perayaan akan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. (*)
