Videografi Jadi Sarana Edukasi Angkat Isu Kewaspadaan Nasional

18 November 2025
425 dilihat
1 min read

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Lomba Videografi Kewaspadaan 2025 sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap isu-isu strategis. Kegiatan yang berlangsung sejak Juli dan dipusatkan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, diikuti 32 peserta dari SMP dan SMA se-Kutim.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, yang hadir menyerahkan penghargaan, menilai kompetisi ini bukan sekadar ajang seni visual, tetapi medium edukasi bagi generasi muda.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan media kreatif bagi generasi muda kita dalam menumbuhkan kesadaran kewaspadaan nasional,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus risiko.

BACA JUGA  Pasca Sangattaqua, Kutim Targetkan Ekspansi AMDK Desa

“Teknologi membawa banyak manfaat, namun juga membuka celah bagi ancaman seperti narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hoaks, dan kejahatan siber. Melalui karya-karya videografi ini, kita melihat semangat para pelajar untuk menyuarakan pentingnya kesadaran, kewaspadaan, dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono menjelaskan bahwa lomba dirancang untuk meningkatkan literasi media dan rasa tanggung jawab sosial pelajar.

“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap berbagai isu penting seperti bahaya narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hingga kejahatan siber. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan literasi media, kreativitas, serta memperkuat rasa kebangsaan dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Dalam penilaian akhir, SMA Negeri 1 Sangatta Utara meraih Juara 1 lewat video Penjara Sendiri. Juara 2 diraih SMA Negeri 1 Bengalon dengan Teman Gelap, dan Juara 3 diberikan kepada SMA Negeri 2 Sangatta Utara melalui karya Tabur Tuai. Sementara kategori Juara Favorit dimenangkan oleh video Jebakan Digital.

BACA JUGA  Turun ke Lapangan, Polisi Muda Kutim Sosialisasi Bahaya Narkoba, Perjudian, Kebakaran, dan Premanisme

Mahyunadi menegaskan bahwa kegiatan serupa perlu dibuat berkelanjutan.

“Arahan saya kepada dinas terkait, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan,” tutupnya.

Melalui kompetisi ini, pemerintah daerah berharap pelajar semakin kritis terhadap isu-isu sosial dan mampu menyampaikan pesan positif melalui media digital. (ADV/ProkopimKutim/UB)