Ribuan Warga Meriahkan Laung Kuning Kaubun, Simbol Kokohnya Adat Banjar

11 November 2025
554 dilihat
1 min read

KAUBUN – Di Kaubun, tradisi Laung Kuning kembali menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat Banjar terhadap budaya leluhur. Melalui berbagai prosesi adat, warga menegaskan bahwa tradisi tetap hidup karena dijaga dan dicintai. Anak-anak muda yang hadir dalam kegiatan ini menjadi saksi sekaligus pewaris nilai-nilai yang dibawa oleh ritual Bapalas, Baparbaik, dan Tapung Tawar.

Suasana di Gedung Serba Guna Desa Bumi Rapak sangat meriah. Ribuan warga Banjar dari Kutai Timur hingga Kalimantan Selatan berkumpul dalam balutan pakaian adat kuning yang melambangkan kemuliaan dan semangat pantang menyerah. Kegiatan dibuka dengan penyambutan tamu secara adat Banjar, diiringi musik tradisional dan doa-doa.

Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, hadir mewakili Bupati. Ia mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan ikat kepala Laung Kuning sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Banjar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga melihat warga tetap merawat adat yang menjadi jati diri komunitas.

BACA JUGA  Remaja Kutim Dibekali Wawasan tentang Risiko Pernikahan Dini Melalui Seminar

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan parang Lais kepada Wabup. Parang tersebut diberikan sebagai lambang kepercayaan dan restu dari tokoh adat kepada pemimpin daerah. Setelah itu, dipimpin oleh Abah Guru Muhammad Rusli, prosesi Tapung Tawar digelar. Air yang dipercikkan diyakini membawa berkah, membersihkan hati, dan menjadi doa keselamatan bagi seluruh peserta.

Ketua Umum Laung Kuning Banjar, Abdul Somad, menyampaikan terima kasih kepada warga yang datang dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga seni serta adat Banjar agar terus diwariskan.

Melalui acara ini, Laung Kuning Banjar menegaskan komitmennya menjadi wadah kebudayaan yang menyatukan warga lintas wilayah. Tradisi yang dijalankan di Kaubun menjadi pengingat bahwa budaya tetap bertahan selama masyarakatnya menjaga dan merawatnya bersama. (ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Kemampuan Meningkat, RSUD Kudungga Tunjukkan Kualitas Bedah Saraf Berstandar Nasional