Koperasi Rukmana Sari: Pilar Ekonomi Rakyat di Desa Senyiur

6 November 2025
462 dilihat
1 min read

MUARA ANCALONG – Ratusan warga Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, memadati alun-alun desa pada Rabu (25/11). Mereka hadir bukan untuk hajatan pernikahan, melainkan mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Perkebunan Sawit Rukmana Sari Tahun Buku 2024. Acara ini menandai denyut ekonomi rakyat yang hidup di desa pelosok Kutai Timur (Kutim).

RAT yang dihadiri 1.149 anggota dari total 1.956 anggota koperasi ini menyoroti laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program kerja, serta rencana lima tahun ke depan. Forum ini juga menjadi ruang strategis bagi anggota menentukan arah kebijakan, termasuk pemilihan ketua baru.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka acara bersama Hj Siti Robiah, Ketua TP PKK Kutim dan Bunda PAUD Kutim. Dalam sambutannya, Ardiansyah menekankan bahwa koperasi bukan sekadar forum administratif tahunan, tetapi ruang partisipasi warga dalam mengelola ekonomi lokal. “Ini semacam pesta rakyat. Kehadiran anggota yang begitu banyak membuktikan bahwa koperasi ini hidup dan dipercaya,” ujarnya.

BACA JUGA  Kutai Pesisir Melangkah ke Babak Baru Setelah Masuk Daftar CDOB Nasional

Ardiansyah menambahkan, Koperasi Rukmana Sari penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa, terutama sektor kelapa sawit. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung melalui pelatihan, pendampingan kelembagaan, akses permodalan, hingga penguatan hukum. “Kami ingin koperasi bergerak ke pengolahan dan pemasaran produk agar nilai tambah tetap di tangan petani,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menilai Rukmana Sari sebagai contoh koperasi yang nyata, bukan sekadar papan nama. Saat ini, koperasi tersebut masuk dalam daftar 58 koperasi terbaik Kutim berkat pengelolaan profesional dan keterbukaan. “Kehadiran anggota dalam RAT mencerminkan kepercayaan dan semangat kolektif,” ujarnya.

Pemimpin baru Rukmana Sari, Darli, menjanjikan transparansi dan keberlanjutan usaha, serta pengembangan hilir seperti pengolahan hasil sawit dan penetrasi pasar digital. RAT 2024 membuktikan koperasi tetap relevan sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, berlandaskan solidaritas dan kerja sama di tingkat desa.(ADV/ProkopimKutim/UB)

BACA JUGA  Pemkab Kutim Dorong Penguatan Keamanan Informasi Lewat Sosialisasi Menuju Pemerintahan Digital Tangguh