DLH Kutim Fokus Sosialisasi Sampah, Harap Dukungan Anggaran DPR

14 November 2025
336 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur menegaskan bahwa sosialisasi pengelolaan sampah masih menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat mengelola sampah mulai dari rumah tangga, sehingga volume residu yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kutim, Andi Pasalinge, menyampaikan bahwa sejumlah program strategis telah berjalan, termasuk sosialisasi persampahan serta pelaksanaan Program Dana Bagi Hasil (DBH) Dana Reboisasi (DR) dari pemerintah pusat.

“Sejauh ini program yang sudah terlaksana itu sosialisasi persampahan. Lalu ada Program Dana Bagi Hasil (DBH) Dana Reboisasi (DR) dari pusat yang sudah selesai juga,” jelasnya.

BACA JUGA  Kutim Gandeng Komite Tani Muda, Regenerasi Pertanian Jadi Lebih Inovatif

Menurutnya, edukasi masyarakat merupakan langkah penting dalam mengubah pola pikir dan perilaku terkait pengelolaan sampah. Melalui sosialisasi tersebut, DLH berupaya menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat.

“Tentu yang menjadi prioritas hingga saat ini adalah persampahan. Sosialisasi masih menjadi salah satu upaya kita untuk menyadarkan masyarakat,” ujarnya.

Andi menegaskan bahwa materi sosialisasi mencakup seluruh rantai pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga tahap pengawasan. Langkah ini dinilai penting agar residu yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan.

“Sosialisasinya tentu mengenai pengelolaan sampah, tujuannya agar volume residu di TPA itu sudah berkurang,” imbuhnya.

BACA JUGA  HUT ke-26 Sangatta Jadi Simbol Transformasi Kutim, Kadispora: Hasil Bersama

Meski program berjalan, DLH Kutim masih membutuhkan dukungan anggaran yang lebih memadai untuk memperkuat kegiatan di lapangan. Karena itu, Andi berharap rapat lanjutan bersama Komisi C DPRD Kutim pekan depan dapat menghasilkan keputusan positif terkait usulan anggaran prioritas.

“Kami berharap usulan anggaran ini nantinya bisa dipenuhi,” pungkasnya.

Program ini diharapkan mampu menekan permasalahan sampah yang kian kompleks serta mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. (ADV)