
Kutai Timur — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur tengah menyiapkan program penghijauan berbasis rumah tangga yang akan mulai digulirkan pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui partisipasi langsung masyarakat di tingkat RT.
Kepala DLH Kutim, Andi Pasalinge, menyampaikan bahwa tahun ini belum ada kegiatan RTH yang dijalankan karena pihaknya fokus pada pendataan kebutuhan di lapangan. Pendataan ini penting untuk memastikan jumlah bibit yang harus disediakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing lingkungan.
“Rasanya Ruang Terbuka Hijau untuk tahun ini belum ya,” ujarnya.
Meski begitu, DLH telah menyiapkan rencana besar untuk tahun depan. Melalui program penghijauan rumah tangga, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam memperkuat ketahanan lingkungan, memperindah kawasan permukiman, dan meningkatkan kualitas udara.
“Tahun depan ada program penghijauan diperuntukkan bagi rumah tangga. Tahun ini kita sedang dalam tahap pendataan,” jelas Andi.
Ia menambahkan bahwa DLH hanya berperan dalam pengadaan bibit, sementara kebutuhan jumlah bibit di setiap RT ditentukan berdasarkan hasil pendataan yang sedang berlangsung. Pendekatan ini dilakukan agar distribusi bibit tepat sasaran dan sesuai kapasitas pengadaan.
“Nanti kita lihat kebutuhan per RT-nya berapa. DLH hanya bagian pengadaan bibit. Usulan RT akan kita koordinir berapa yang bisa kita sanggupi. Untuk targetnya, ada sekitar ribuan bibit yang akan dibagikan,” terangnya.
Program penghijauan rumah tangga ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dari halaman rumah warga. Selain memperluas RTH, penghijauan juga berpotensi mengurangi polusi, menambah nilai estetika lingkungan, dan meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.
Dengan dukungan masyarakat dan pendataan yang akurat, DLH optimistis program ini akan memberi dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan di Kutai Timur. (ADV)
