Infrastruktur Dasar Masih Jadi PR, Bupati Kutim Dorong Pemerataan Pembangunan

11 November 2025
301 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Bupati H. Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa meski Kutai Timur mencatat sejumlah capaian pembangunan, masih terdapat persoalan mendasar yang harus segera diatasi pemerintah daerah. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-26 Kutai Timur, yang menjadi momentum evaluasi arah pembangunan ke depan.

Ardiansyah menyoroti tiga isu krusial yang masih membayangi wilayah terpencil yang belum optimal terjamah pembangunan. “Terbatasnya aksesibilitas pelayanan kesehatan rujukan, khususnya bagi masyarakat di beberapa kecamatan terpencil termasuk pulau-pulau terluar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lemahnya infrastruktur telekomunikasi terutama menara seluler, yang mengakibatkan sebagian wilayah Kutim masih terisolasi secara digital. “Terbatasnya jumlah prasarana pendukung telekomunikasi berupa menara telekomunikasi (BTS Tower) sehingga ada wilayah yang black spot pada  daerah terpencil dan terisolir,” tambahnya.

BACA JUGA  Magic Land, Magic Vision: Kutim Menyalakan Harapan Pembangunan Berkelanjutan 

Selain itu, memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih dan elektrifikasi menjadi tantangan yang harus dipenuhi secara bertahap. “Kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, akses air bersih, dan cakupan elektrifikasi di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur masih terus ditingkatkan,” jelasnya.

Bupati berharap, dengan kolaborasi lintas sektor serta dukungan pemerintah provinsi dan pusat, seluruh wilayah Kutim dapat merasakan pemerataan pembangunan secara merata. Ia menekankan bahwa masyarakat di pelosok berhak menikmati manfaat pembangunan yang sama sebagaimana wilayah lainnya.

Melalui upaya bersama dan percepatan pembangunan dasar, Ardiansyah yakin Kutai Timur mampu memperkecil kesenjangan layanan publik dan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terpencil. (ADV)