Si Olga Hadir: Kutim Jadi Pionir Digitalisasi Data Olahraga di Kaltim

8 November 2025
352 dilihat
1 min read

KUTAI TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyiapkan sebuah gebrakan di ranah digital. Pengembangan aplikasi Sistem Informasi Olahraga (Si Olga) digagas sebagai solusi atas kesulitan akses data olahraga yang selama ini dihadapi masyarakat. Langkah ini sekaligus memposisikan Kutim sebagai kabupaten pertama di Kalimantan Timur yang menginisiasi digitalisasi data olahraga secara terpadu.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan bahwa saat ini Si Olga masih berada dalam tahap penyempurnaan sistem dan pengumpulan data. Kendati demikian, ia menargetkan peluncuran dapat segera dilakukan agar manfaatnya langsung menyentuh masyarakat luas.

“Masih kita siapkan dan benahi supaya nanti bisa betul-betul maksimal. Semua informasi olahraga nantinya ada di situ,” jelas Basuki saat dihubungi melalui telepon.

Aplikasi Si Olga dirancang sebagai pusat informasi lengkap. Di dalamnya akan tersedia beragam fitur esensial, mulai dari data cabang olahraga, program pembinaan atlet, jadwal kegiatan, hingga rekam jejak atlet berprestasi di daerah. Basuki menegaskan bahwa platform ini bersifat inklusif, dapat diakses oleh semua kalangan, tidak terbatas pada atlet atau pelajar.

BACA JUGA  Kutim Perkuat Industri Kecil-Menengah Lewat Program Pendampingan Komprehensif

“Begitu masyarakat mengakses, semua informasi sudah tersedia. Karena olahraga itu milik bersama, dan masyarakat juga berhak tahu sejauh mana perkembangannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Basuki mengungkapkan bahwa ide pembangunan aplikasi ini lahir dari kebutuhan mendesak akan pusat data yang efisien. Selama ini, pencarian data harus dilakukan secara manual ke kantor Dispora. Menurutnya, sejak Kutim berdiri, kelengkapan informasi olahraga menjadi tantangan tersendiri.

“Dengan aplikasi ini, semua akan terdokumentasi dengan baik dan bisa diakses kapan saja,” terangnya.

Inovasi Kutim ini menarik perhatian karena belum ada kabupaten/kota lain di Kaltim yang memiliki sistem informasi serupa. Ini membuktikan semangat Pemkab Kutim untuk menjadi yang terdepan dalam digitalisasi layanan publik. Dispora bahkan menyiapkan perangkat komputer khusus di lobi kantor agar masyarakat yang terkendala akses daring tetap dapat memanfaatkan Si Olga secara luring (offline).

BACA JUGA  Lokomotif Baru Ekonomi Kutim: Investasi Industri Skala Nasional

Keberadaan Si Olga bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga menjadi sarana dokumentasi dan motivasi. Dengan capaian yang terekam sistematis, Basuki berharap semangat berprestasi atlet dan komunitas olahraga di Kutim akan semakin meningkat. Melalui Si Olga, Kutim telah melesat, mengubah kerumitan mencari data menjadi kemudahan akses yang memantik semangat baru, mengukuhkan digitalisasi sebagai kunci pembangunan prestasi daerah. (ADV)