Ibu Rumah Tangga, Mangrove, dan Sinergi Hijau PT Pupuk Kaltim di Telok Bangko

18 Oktober 2025
361 dilihat
2 mins read
Ibu Fuji Lestari melakukan kegiatan pembibitan mangrove di area pembibitan Mangrove Telok Bangko, binaan PT. Pupuk Kaltim. Foto: Fujiono

BONTANG – Mentari baru saja naik di ufuk timur ketika langkah-langkah kecil peserta lomba jurnalistik Porwada Kaltim menapaki jembatan kayu di kawasan Edu Eco Wisata Mangrove Telok Bangko, Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara.

Desir angin laut berpadu dengan aroma asin khas pesisir. Di antara rimbun mangrove yang berdiri kokoh, seorang perempuan berwajah teduh tampak merawat mangrove di area pembibitan. Dialah Fuji Lestari (44), sosok yang menjadi bukti hidup bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari akar kehidupan paling sederhana yakni rumah tangga.

Tak pernah terbayang oleh Fuji, perempuan yang sehari-hari mendampingi suaminya seorang tukang pangkas rambut akan menjadi bagian penting dari upaya pelestarian mangrove di Telok Bangko. Sejak bergabung pada tahun 2019, Fuji menjadi anggota Kelompok Tani Mangrove Telok Bangko, yang sejak awal mendapat pembinaan dari PT Pupuk Kaltim, perusahaan pupuk terbesar di Asia Tenggara yang wilayah operasionalnya berbatas langsung dengan kawasan pesisir ini.

“Awalnya kami semua diajarkan cara menanam, cara memilih bibit, sampai bagaimana menanam di laut. Lama-lama jadi kebiasaan, dan alhamdulillah sekarang ada kegiatan dan hasilnya juga. Walau tidak setiap hari, tapi ada yang bisa kami tunggu,” ujarnya sambil tersenyum, sementara tangannya tetap cekatan merapikan polybag berisi bibit mangrove. Sabtu (18/10/25)

Sejak Pupuk Kaltim mulai melakukan intervensi lingkungan di area seluas enam hektare ini, kehidupan masyarakat sekitar berubah perlahan. Tak hanya membantu pembibitan mangrove, perusahaan juga mendukung kelompok tersebut melalui pembangunan fasilitas wisata, edukasi pengelolaan lingkungan, hingga pelatihan pembuatan produk turunan mangrove seperti sirup dan tepung.

BACA JUGA  Simfoni Sukacita di Kabo Jaya: Kisah dari Festival Tambourine dan Banners Se-Kutim 2025

Setiap bibit mangrove hasil semaian Fuji dihargai oleh perusahaan dengan harga tertentu. Bibit itu juga dijual ke luar daerah, termasuk ke wilayah tetangga, Kabupaten Kutai Timur. Dalam setahun, Fuji dan rekan-rekannya mampu menyemai hingga ratusan ribu bibit, yang hasil penjualannya menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, dalam setahun kami pernah menerima sekitar Rp30 juta. Bahkan, hasil dari mangrove ini bisa membawa saya dan keluarga berangkat umrah pada tahun 2022,” tutur Fuji dengan mata berkaca-kaca.

Kini, kawasan Telok Bangko tak hanya menjadi area konservasi, tetapi juga destinasi wisata edukatif. Dengan dukungan fasilitas dari PT Pupuk Kaltim, pengunjung dapat belajar tentang pentingnya mangrove sekaligus menikmati keindahan pesisir Bontang.

Bagi Fuji dan kawan-kawannya, setiap pengunjung yang datang juga berarti tambahan penghasilan. Mereka menjual hasil olahan lokal di sekitar area wisata. “Kami bisa jualan juga, jadi makin semangat merawat mangrove,” ujarnya.

Ibu dengan tiga anak ini berharap PT Pupuk Kaltim tetap mendampingi hingga kelompoknya benar-benar mandiri. “Kami sudah dibantu studi banding ke Jawa, pelatihan, dan banyak hal lain. Semoga ke depan kami bisa mengelola sendiri, tapi tetap mendapat pembinaan,” katanya penuh harap.

BACA JUGA  Membaca Negara dan Aparatusnya

Asisten Vice President Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, menegaskan bahwa Telok Bangko merupakan salah satu area binaan unggulan perusahaan. Salah satu langkah pembinaan, selain konservasi, adalah menjadikan Telok Bangko sebagai Edu Eco Wisata atau Wisata Ekologi di Kota Bontang.

“Kegiatannya berupa praktik ecoprint, hasil kerja sama antara TJSL Pupuk Kaltim, pengelola Telok Bangko, dan beberapa SD di sekitar sini sebagai pusat pembelajaran,” jelasnya.

Menurut Uchin, program ini tak hanya mendukung kemandirian ekonomi warga, tetapi juga berkontribusi terhadap capaian Proper Emas, predikat tertinggi dalam penilaian lingkungan nasional.

“Telok Bangko sudah dua kali berkontribusi dalam pencapaian Proper Emas nasional bagi Pupuk Kaltim, yakni pada tahun 2021 dan 2023, totalnya kami telah menanam 400 ribu bibit mangrove di area HGB65” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Lomba Jurnalistik Porwada Kaltim, Yusfa Alam, menambahkan bahwa pemilihan Telok Bangko sebagai lokasi lomba bukan tanpa alasan. Panitia bersama PT Pupuk Kaltim ingin menunjukkan kontribusi nyata perusahaan terhadap pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

“Tema besarnya adalah melihat kontribusi Pupuk Kaltim terhadap masyarakat sekitar. Tapi kami juga ingin menampilkan wisata unggulan Kota Bontang. Ini kawasan kecil, tapi paling dekat dengan buffer zone perusahaan,” pungkasnya. (ADV)