Dari Genting ke Tamasya: Jalan Baru Kutim Hadapi Stunting

8 November 2025
316 dilihat
1 min read

Kutai Timur — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur terus mengembangkan inovasi guna memperkuat ketahanan keluarga. Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Anik Saidah, mengungkapkan sejumlah program prioritas tahun ini, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

“Program prioritas kami tahun ini ada Genting, kemudian Tamasya, juga Gati atau Gabungan Ayah Teladan Indonesia, serta program Lansia Berdaya,” tutur Anik usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi D DPRD Kutai Timur.

Ia menjelaskan, Genting berfokus pada peran orang tua asuh dalam memantau tumbuh kembang anak berisiko stunting. Sementara Tamasya dirancang sebagai ruang edukasi dan pengasuhan ramah anak yang dapat diakses masyarakat.

BACA JUGA  Sekadar Absen Lalu Pulang, Bupati Kutim Anggap Pelanggaran Berat

Namun, masih terdapat program yang belum memperoleh dukungan anggaran, terutama Lansia Berdaya, yang ditujukan sebagai “sekolah lansia” agar warga usia lanjut tetap produktif. “Program ini sampai sekarang belum memiliki anggaran. Padahal tujuannya untuk memastikan para lansia tetap berdaya dan tidak menjadi beban keluarga,” jelasnya.

DPPKB juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas bagi 525 Tim Pendamping Keluarga (TPK). “Dari 525 TPK, baru 75 yang bisa diberikan orientasi tahun ini, padahal peran mereka sangat penting dalam mendampingi keluarga di lapangan,” imbuh Anik.

Melalui rangkaian program tersebut, DPPKB Kutai Timur menargetkan penguatan keluarga dari berbagai lapisan usia sekaligus menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan nasional. Di tengah upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, langkah-langkah ini menjadi batu pijakan agar setiap keluarga di Kutim dapat tumbuh lebih tangguh. (ADV)

BACA JUGA  Efisiensi Anggaran, IKM Kutim Kehilangan Sarana Pembinaan SDM