Salo Brew, Kedai Kopi Tepi Sungai yang Tak Gentar Diterjang Banjir

24 Februari 2025
278 dilihat
1 min read

Sangatta – Salo Brew, sebuah kedai kopi yang terletak di pinggir Sungai Sangatta, beberapa waktu lalu terdampak banjir akibat luapan sungai. Setelah air surut, kedai ini kini kembali beroperasi dan siap menyajikan kopi kepada pelanggan setianya.

Kedai kopi yang berdiri sejak tahun 2021 ini memiliki ciri khas tersendiri, yakni lokasinya yang langsung berada di tepi sungai dan di bawah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Menikmati kopi dengan pemandangan aliran sungai menjadi daya tarik utama Salo Brew. Namun, letaknya yang unik juga menjadi tantangan, terutama saat curah hujan tinggi yang menyebabkan air sungai meluap dan membanjiri kedai.

“Namanya faktor geografis, banjir, curah hujan, semua itu tidak bisa dilawan. Tapi Salo akan tetap bertahan menghadapi situasi ini,” ungkap Manaf, pemilik Salo Brew, belum lama ini.

BACA JUGA  Menhut Lepasliarkan 6 Orang Utan di Muara Wahau
Kondisi kedai saat tidak terjadi banjir

 

Manaf menambahkan bahwa Salo Brew turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan terus mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah ke sungai. Imbauan tersebut juga tertulis di gelas-gelas kopi yang disajikan, sebagai bentuk edukasi agar dapat mengurangi pencemaran yang berkontribusi terhadap banjir.

“Kita berusaha bersahabat dengan alam. Selain itu, kami juga berencana meninggikan tempat ini agar lebih aman. Kampanye untuk tidak membuang sampah ke sungai tetap menjadi fokus kami, karena jelas sampah adalah salah satu faktor utama penyebab banjir,” ujarnya.

Nama “Salobrew” ternyata mengandung makna mendalam. Kata “salo” dalam bahasa Bugis berarti sungai, sementara “brew” dalam bahasa Inggris merujuk pada seduhan, seperti menyeduh kopi. Filosofi di balik nama ini adalah harapan agar usaha Salobrew dapat mengalir dan bertahan seperti aliran sungai yang tak pernah berhenti.

BACA JUGA  David Rante Ajak Masyarakat Kutim Waspada Musim Kemarau

Saat debit air sungai meningkat, pengunjung salo tetap datang namun berada ditempat yang aman dari banjir.

Akibat banjir ini, Salo Brew sempat tidak beroperasi selama satu minggu. Bahkan setelah air surut, lumpur yang tertinggal menjadi masalah baru yang cukup merepotkan.

“Setelah banjir surut, membersihkan lumpur bisa memakan waktu hingga dua hari, dan itu sangat melelahkan,” bebernya.

Salocino, signature kopi salo brew

Tentu saja, semua perjuangan ini tidak hanya tentang bertahan dari banjir. Rasa kopi yang disajikan di Salo Brew juga memiliki tempat khusus di hati para pengunjung. “Salo’cino,” sebuah kreasi kopi dari Salo Brew, menjadi produk unggulan yang tak boleh dilewatkan.

Pemilik kedai ini dengan antusias menjelaskan, “Ini nih mas, Salo’cino enak banget dah sumpah mas cobain deh. Base nya coffee mas signaturenya kami rasanya creamy dan engga terlalu pahit mas.” tutupnya. (*/win)