Pemprov Kaltim dan PWI Kaltim Anggap Penting Penguatan Literasi untuk Ketahanan Keluarga

Ketahanan keluarga menjadi isu penting saat badai digitalisasi informasi tidak diimbangi budaya literasi yang kuat. Akhirnya, madharat lebih banyak dari pada manfaat.
24 Oktober 2024
316 dilihat
1 min read

SANGATTA – Upaya memperkuat budaya literasi keluarga dalam iklim serba digital menjadi tema penting untuk ketahanan keluarga. Dinas Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kalimantan Timur dan Persatuan Wartawan Indonesia Kaltim menggelar sosialiasi yang bertajuk Literasi Media terhadap Penguatan Ketahanan Keluarga di Hotel Mesfa Mulia, Sangatta, Kutai Timur, Kamis, 24 Oktober 2024.

Dua kata kunci literasi dan keluarga, berkelindan menjadi bahasan penting pemerintah dan organisasi asosiasi wartawan itu. Acara ini melibatkan sejumlah organisasi perempuan, pemerhati, dan civitas akademika di Kutai Timur. Hadir diantaranya Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim, Persatuan Istri TNI AD (Persit) Kodim 0909/Kutim, Bhayangkari Polres Kutim, dan perwakilan Pangkalan TNI AL Sangatta.

Selain itu, sejumlah perwakilan dari Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER), Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS), dan STIE Nusantara. Kemudian perwakilan dari SMK Muhammadiyah, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN Sangatta Selatan, serta sejumlah komunitas pendidikan dan keagamaan.

BACA JUGA  45 Hari Lagi Pilkada Kutim, Pj Gubernur Kaltim Tinjau Kesiapan Logistik

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin, mengatakan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk membentuk keluarga yang tangguh di tengah perubahan zaman. Terutama budaya literasi, bisa menjadi pengetahuan yang positif untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga.

“Penguasaan literasi dan bisa memilih informasi yang tepat dalam sistem digital ini, memiliki peran sentral dalam mempertahankan keharmonisan keluarga di era modern,” ujar Amin dalam sambutan pembuka acara yang dilanjutkan membahas tema Peran Digitalisasi dalam Ketahanan Keluarga.

Amin pun mengakui permasalahan miskin literasi untuk mengolah dan memahami suatu informasi, bukan hanya jadi permasalahan di keluarga. Organisasi pers yang menangungi wartawan dengan rutinas mencari informasi, pun memiliki permasalahan yang sama. “Wartawan malas membaca sehingga tidak terbentuk budaya literasi. Itu menjadi otokritik bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA  Insan Pers Bukber dengan Wakil Bupati Kutai Timur

Lebih jauh, Psikolog dari Kutim Emi Rusmawati, membahas Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Kesehatan Mental Perempuan. Emi menyoroti dampak psikologis kekerasan yang sering dialami perempuan, terutama terkait ketahanan mental yang dapat memengaruhi keharmonisan keluarga.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kaltim Syahrul Umar, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya strategis ini. “Sebagai perwakilan pemerintah di Kaltim, DK3A sangat mengapresiasi kegiatan ini agar wawasan yang diberikan oleh narasumber mampu meningkatkan ketahanan keluarga di Kaltim,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak berbagai pihak, untuk mendukung program-program serupa yang bisa memperkuat ketahanan keluarga berbasis digital. Dia berharap dukungan penuh dari legislatif, khususnya DPRD Kaltim agar program ketahanan keluarga ini dapat terus berlanjut. (*/che)

Jangan Lewatkan