Simfoni Sukacita di Kabo Jaya: Kisah dari Festival Tambourine dan Banners Se-Kutim 2025

20 Juni 2025
1.2K dilihat
1 min read

Sangatta – Pagi itu, langit Swarga Bara seperti ikut bersukacita. Awan menggantung ringan, dan angin membelai lembut daun-daun di halaman GPdI El-Shaddai Kabo Jaya, tempat di mana derap langkah dan tabuhan tambourine membentuk simfoni penuh semangat. Dari tiga penjuru Kutai Timur, Muara Wahau, Rantau Pulung, dan Sangatta Utara., lima kelompok muda-mudi datang membawa irama, spanduk warna-warni, dan semangat yang mengalir dari iman mereka.

Mereka bukan hanya datang untuk berlomba. Mereka datang untuk menyatu dalam gerak, dalam pujian, dalam keyakinan bahwa sukacita tak pernah diciptakan untuk ditanggung sendiri.

Festival Lomba Tambourine dan Banners Interdenominasi Gereja dan Organisasi Se-Kutim Tahun 2025 menjadi bukti bahwa iman bisa menari, bisa menabuh, bisa bersatu dalam warna dan harmoni.

Di antara sorak dan senyum, Tim TANERS SMADA dari SMAN 2 Sangatta Utara tampil mengesankan. Langkah mereka tegap, sinkron seperti detak satu hati. Mereka keluar sebagai juara pertama. Di belakang mereka, EL-TGIRLS dari GPdI El-Shaddai Jakluay Muara Wahau membuktikan bahwa semangat desa tak pernah kalah megah. Sedangkan Tim ANUGERAH dari GKP Jemaat Anugerah Sangatta Utara, dengan kelembutan gerak dan kesungguhan wajah, berhasil membawa pulang juara ketiga.

BACA JUGA  Lagi Soal Demokrasi Elektoral: Ekonomisme Pemilih

Hari  itu, di antara kursi-kursi gereja dan gemuruh tepuk tangan, hadir pula para tokoh yang menyulam kegiatan ini menjadi lebih berarti. Pdt. Yus Ambudi, S.Th, Ketua PGPI Kutai Timur, duduk di barisan depan, matanya teduh menyaksikan generasi baru gereja berkarya. Di sampingnya, Pdt. Mody Saronsong, S.Th, Ketua Wilayah GPdI Sangatta, sesekali mengangguk, seolah memberi restu diam-diam pada tiap gerak para peserta.

Yang membuka acara adalah Ibu Nakuleni, S.H, Ketua BIMAS Kristen Kutai Timur. Dalam sambutannya, ia tak sekadar berbicara. Ia menanam harapan.

“Kegitan ini sangat baik untuk generasi anak muda kristen dan berharap kiranya kegitan ini bisa terus di lakukan setiap tahunnya.” tuturnya. (20/06/2025)

BACA JUGA  Momentum Membangun Keseimbangan Politik dan Kesejahteraan Rakyat

Dan di balik layar, ada satu nama yang berdiri tenang mengatur semuanya: Pdt. Kusnary, perempuan gembala dari GPdI El-Shaddai Kabo Jaya, yang mengubah mimpi menjadi nyata, merangkai acara ini dengan doa dan kerja yang tak terlihat.

Festival ini usai ketika langit mulai berubah jingga. Tapi sukacita yang tertinggal di halaman gereja itu akan terus hidup, setidaknya hingga tambourine kembali berdentang di tahun mendatang. (win)