Dari Lahan Warga, Kutai Timur Dorong Percepatan Swasembada Pangan

27 Juli 2026
3 dilihat
1 min read

BENGALON – Lahan milik masyarakat di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon, mulai diarahkan menjadi kawasan pertanian produktif. Kelompok Tani Mega Sejahtera menjadi salah satu kelompok yang terlibat dengan mengelola sekitar 98 hektare lahan yang siap ditanami padi.

Ketua Kelompok Tani Mega Sejahtera, Imam Turmudi, berharap lahan tersebut mampu menghasilkan panen dua kali setahun. Pembukaan lahan mendapat dukungan TNI bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian.

“Kami mengelola sekitar 98 hektare lahan dan berharap bisa panen dua kali dalam setahun,” ujar Turmudi.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Tanam Padi dan Cetak Sawah Rakyat Serentak. Kutai Timur memperoleh alokasi cetak sawah 1.106 hektare, tetapi realisasinya baru 363 hektare. Kodim 0909/Kutim menargetkan seluruh lahan agar segera diselesaikan.

BACA JUGA  Kejar Jadwal NPHD Hibah Lahan Bulog Kutim, Proses Administrasi Dikebut

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, mengatakan pemerintah menyiapkan 20 ribu hektare untuk tanaman padi, meliputi padi sawah, ladang, kolam, hingga padi terapung. Dari jumlah itu, 7 ribu hektare telah siap digunakan, termasuk 2 ribu hektare untuk sawah.

Target tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan pertanian seluas 100 ribu hektare. Sekitar 80 ribu hektare lainnya diarahkan untuk hortikultura dan perkebunan demi mewujudkan kemandirian pangan.

Dalam pelaksanaannya, TNI berperan sebagai perintis sekaligus pendamping petani bersama penyuluh. Setelah tata kelola pertanian berjalan stabil, pengelolaan diharapkan dapat diserahkan kepada petani seluruhnya.

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan TNI siap membantu proses penanaman. Menurutnya, masa depan ekonomi akan semakin bergantung pada sektor pangan dan pertanian, bukan hanya tambang, terlebih di tengah ancaman El Niño dan kemarau panjang.

BACA JUGA  Pemerintah Kutim Tingkatkan Target Integrasi Data Daerah Tahun 2026

Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak agar pembukaan lahan berjalan lebih cepat dan produktif. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan lahan yang sebelumnya belum produktif dapat segera dimanfaatkan petani setempat. (ADV/ProkopimKutim/UB)