Disperindag Kutim Perkuat UMKM Sangatta Selatan Lewat Pelatihan Bisnis Adaptif dan Ramah Lingkungan

25 November 2025
366 dilihat
2 mins read

SANGATTA — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah kembali terlihat melalui penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan yang berlangsung pada 24–25 November 2025 di Teras Belad, Sangatta Selatan. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan bertema “Menciptakan Bisnis yang Berdaya Tahan dan Ramah Lingkungan”, yang dirancang untuk menjawab tantangan usaha masa kini sekaligus mendorong keberlanjutan lingkungan.

Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani, membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya membangun usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga selaras dengan tanggung jawab ekologis.

“Bisnis yang bertahan adalah bisnis yang adaptif dan bertanggung jawab. Kami mendorong pelaku usaha untuk merancang model bisnis yang berkelanjutan dan minim dampak negatif terhadap alam,” tegas Nora.

Ia menambahkan bahwa wilayah Sangatta Selatan terus menunjukkan geliat sektor UMKM yang memerlukan pendampingan serta peningkatan pengetahuan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Guna menghadirkan perspektif yang lebih beragam, Disperindag menghadirkan tiga pemateri dari sektor usaha dan industri berbeda, yaitu Faisal dari PT KPC, Acim Morias Dedi dari Warung Hailam, serta Erwin Febrian Syuhada dari Kedai Sare.

Pada sesi pertama, Faisal, Superintendent Local Business Development PT KPC, memaparkan pentingnya inovasi dalam mempertahankan keberlanjutan usaha. Menurutnya, inovasi, pembaruan produk, dan kemampuan adaptasi menjadi tiga fondasi utama agar UMKM dapat tetap relevan.

BACA JUGA  Listrik PLN 24 Jam Terangi Desa Pengadan Baru

Faisal menggambarkan bagaimana pelaku usaha dapat meniru praktik-praktik baik dari berbagai brand besar untuk diterapkan pada bisnis mereka. “inspirasi dari praktek-praktek baik inovasi yang sudah dilakukan oleh brand-brand yang cukup terkenal dan dikenal oleh mereka dan bisa mengaplikasikannya kepada usaha masing-masing,” jelasnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Acim Morias Dedi, Founder Warung Hailam, yang menyoroti konsep resilient business atau usaha tangguh. Ia menyampaikan pentingnya membangun visi yang kuat, diferensiasi produk, manajemen kas yang sehat, hingga kesiapan menghadapi perubahan pasar melalui diversifikasi dan digitalisasi.

“Resiliensi bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana usaha mampu merespons tantangan secara cepat dan efektif,” tuturnya.

Sesi terakhir menghadirkan Erwin Febrian Syuhada, Owner Kedai Sare, yang mengajak peserta memahami pentingnya transisi menuju model bisnis yang memperhatikan aspek lingkungan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan jangka panjang.

Menurut Erwin, “pelaku usaha di Kutai Timur harus mulai bergerak menuju praktik yang minim limbah, efisien energi, dan memperhatikan siklus hidup produk.”

BACA JUGA  Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Kutai Timur Meroket hingga Rp100 Ribu per Kilogram

Sebagai praktik langsung, ia mengajak seluruh peserta menyusun peta konsep untuk merancang model bisnis berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam usaha masing-masing.

Pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satunya, Magfira, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat membuka wawasan dan langsung bisa diterapkan.

“Terima kasih kepada Disperindag sudah melaksanakan kegiatan ini. Jujur, kegiatan ini sangat inspiratif. Banyak ilmu baru dan pengalaman baru yang saya dapat,” ujarnya.

Ia juga berharap pelatihan semacam ini menjadi agenda rutin pemerintah daerah. “Semoga kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun agar masyarakat terus mendapat edukasi untuk mengembangkan usaha mereka,” tambahnya.

Disperindag Kutai Timur menilai bahwa sektor UMKM akan menjadi pilar penting ekonomi masa depan, terutama ketika tuntutan terhadap usaha inovatif, tangguh, dan ramah lingkungan semakin meningkat. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan pelaku usaha lokal memiliki bekal memadai menghadapi perkembangan ekonomi yang dinamis.

Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah berharap pelaku UMKM di Sangatta Selatan mampu tumbuh sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif, kreatif, dan memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.