KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman melihat geliat kegiatan kepemudaan di daerahnya sebagai sinyal positif bagi masa depan pembangunan Kutim. Menurutnya, kreativitas dan semangat generasi muda harus terus diberi ruang agar mampu berkembang menjadi kekuatan daerah.
Hal itu disampaikan Ardiansyah saat ditemui di Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (26/9/2026), setelah menghadiri kegiatan Duta Pelajar Kutai Timur 2026.
Ardiansyah mengatakan, berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar dan pemuda bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan, sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Satu hal, bahwa kegiatan pemuda kita sekarang ini cukup memberikan semangat bagi generasi kita. Kalau hari ini kita ada Duta Pelajar, nanti ada Kutim Hebat yang juga akan mempresentasikan hasil,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, semakin banyak ruang kreativitas yang tersedia, semakin besar pula peluang munculnya generasi muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kutai Timur.
Ardiansyah menilai hal tersebut menjadi penting karena Kutim sedang berada dalam fase perkembangan ekonomi yang cukup besar. Masuknya investasi dalam skala besar harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia lokal agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan daerah.
Ia menyebut salah satu investasi besar yang telah memasuki tahap groundbreaking yakni proyek gasifikasi batubara dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun. Selain itu, terdapat pula rencana investasi lain di kawasan ekonomi yang sebelumnya dikenal sebagai BCIP dengan nilai sekitar Rp30 triliun.
Besarnya investasi tersebut, kata Ardiansyah, harus menjadi momentum bagi masyarakat Kutim untuk meningkatkan kapasitas. Pemuda pun didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus mengembangkan kompetensi, kreativitas dan prestasi.
“Di satu sisi investasi meningkat, di satu sisi juga pemuda berkreasi. Kita harap ini menjadi daya dukung yang luar biasa bagi budaya ke depan,” katanya.
Ardiansyah berharap pertumbuhan ekonomi Kutim nantinya berjalan beriringan dengan tumbuhnya kualitas generasi muda. Sebab, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi dan berkembangnya industri, tetapi juga dari seberapa siap sumber daya manusia lokal mengambil bagian dalam perubahan tersebut.
