Legislator ini Dorong Pemekaran Kutai Utara dan Sangsakaukar Masuk Usulan DPRD Kutai Timur

7 Agustus 2024
185 dilihat
1 min read
Anggota DPRD Kutai Timur Jimmy

Sangatta – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmy dukung pemekaran daerah di Kutim. Hal ini memungkinkan pembangunan yang lebih terfokus dan maksimal.

Ia melihat kemungkinan pertumbuhan daerah yang sudah mesti harus diprediksi dari sekarang. Baik dari sektor teknis maupun non-teknis, agar dapat diketahui gambaran Kutim ke depan.

“Apalagi nantinya akan ada pemekaran Kutai Utara dan Sangsakaukar (Sangkulirang, Sandaran, Kaubun, Karangan) yang kemungkinan akan terpecah menjadi satu kabupaten dan satu kota,” ucap Jimmy di Gedung DPRD Kutim, Selasa, 6 Agustus 2024.

Dengan melihat faktor pertumbuhan penduduk di Kutim. pemekaran daerah menjadi usulan dari DPRD Kutim untuk segera memasukkan rancangan peraturan daerah.

BACA JUGA  Diduga Ada Konflik Kepentingan, Pembentukan Panja PT APE Mandek

“Tapi yang disampaikan tadi itu ketinggalan. Usulan ini harus legislatif kawal dan memastikan rancangan ini harus masuk,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini pembangunan daerah sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Namun, anggaran yang terbatas membuat proses pembangunan tidak dapat berjalan secara optimal.

“Selama ini, pembangunan daerah sudah mencakup banyak aspek seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Namun, karena anggaran yang terbatas, banyak hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” jelasnya.

Politisi PKS yang menjadi calon kuat ketua DPRD Kutim, berharap pemekaran wilayah bisa terealisasi di Kutim. Karena hingga saat ini, dengan anggaran APBD yang tersedia, menurutnya belum mencukupi untuk pembangunan optimal di seluruh wilayah Kutim.

BACA JUGA  BLK Kutim Didorong Cetak 'Lulusan Siap Tempur', Anggota DPRD: Harus Sesuai Kebutuhan Pasar!

“Pemekaran wilayah bisa menjadi cara untuk lebih memfokuskan pembangunan pada wilayah-wilayah tertentu yang membutuhkan perhatian khusus. Ini penting untuk mewujudkan visi ‘Kutim Hebat 2045’,” tutupnya.(*/Fif)

Jangan Lewatkan