Pemkab Kutim Dorong Investasi Pertanian, Siapkan SDM Menuju Kemandirian Pangan

30 Juni 2026
135 dilihat
1 min read

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

‎Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, pada Seminar Pertanian bertema “Sustaining The Land, Feeding The Future: Dari Lahan Marginal Menuju Kemandirian Pangan Kutai Timur” yang digelar Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur.

Dalam sambutannya, Noviari menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Agroteknologi STIPER Kutai Timur yang menginisiasi seminar tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap masa depan sektor pertanian di Kutai Timur.

“Pertanian merupakan sektor strategis yang tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa, dan menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

‎Ia menilai lahan marginal yang selama ini dianggap kurang produktif justru memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui penerapan teknologi, pengelolaan yang tepat, serta pendampingan kepada petani.

BACA JUGA  Satpol PP Kutim Manfaatkan Skema Outsourcing untuk Efisiensi, Tetap Sesuai Regulasi Pusat

‎Upaya tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

‎Noviari juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan penduduk, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

‎Karena itu, inovasi dan kolaborasi dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.

‎Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat penelitian dan pengabdian yang mampu melahirkan solusi bagi para petani.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur selalu terbuka untuk membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas petani, maupun pengembangan kawasan pertanian,” katanya.

Lebih lanjut, Noviari mengatakan Kutai Timur memiliki modal besar untuk menjadi daerah yang maju di sektor pertanian, baik dari sisi ketersediaan lahan, sumber daya manusia, maupun komoditas unggulan yang beragam.

BACA JUGA  BPC Andalan UPPKA Kutim Tingkatkan Eksistensi di 18 Kecamatan

‎Namun, potensi tersebut harus didukung dengan penyediaan infrastruktur pertanian, penguatan kelompok tani, peningkatan kapasitas penyuluh, serta pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak lagi memandang pertanian sebagai sektor yang tertinggal. Menurutnya, perkembangan teknologi seperti drone, sensor lahan, sistem informasi geografis, hingga kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari pertanian modern yang membutuhkan sumber daya manusia berkompeten.

Melalui seminar tersebut, Noviari berharap lahir berbagai rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata guna mempercepat pemanfaatan lahan marginal, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum seminar sebagai ruang berdiskusi, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama yang dapat dikembangkan menjadi program nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Kutai Timur.

Penulis: M. Ayyub

Editor: Redaksi