BLK Kutim Siapkan Tenaga Kerja Kompeten, 288 Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi

22 November 2025
491 dilihat
1 min read

​SANGATTA – Sepanjang tahun 2025, Balai Latihan Kerja Industri Mandiri milik Distransnaker Kutai Timur telah menjalankan 18 paket pelatihan dengan total peserta 288 orang. Hingga saat ini, masih ada 10 paket yang berlangsung dan diikuti 160 peserta. Program yang dibuka mencakup berbagai keterampilan seperti pengelasan, mekanik alat berat dan kendaraan ringan, operator excavator serta forklift, instalasi listrik, menjahit, pembuatan roti dan kue, manajemen bisnis, hingga desain grafis. Diharapkan seluruh peserta bisa lulus uji kompetensi sebagai syarat memperoleh Sertifikat BNSP.

Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2 sendiri dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, di Aula BLK Industri Mandiri. Ia menekankan bahwa PBK menjadi salah satu program prioritas untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Dorong Pola Hidup Sehat Warga Sandaran melalui Germas dan Gerimis

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menargetkan rekrutmen minimal 50 ribu tenaga kerja selama masa kepemimpinannya, bahkan Wakil Bupati mendorong agar target itu ditingkatkan menjadi 100 ribu tenaga kerja.

Ardiansyah kemudian menyampaikan data yang menunjukkan perkembangan positif. Sejak Agustus 2024 hingga September 2025, lebih dari 18 ribu tenaga kerja telah terserap di Kutai Timur. Jika tren ini terus berjalan, dalam lima tahun jumlahnya bisa mencapai sekitar 75 ribu orang, melebihi target awal.

Ia juga mengingatkan pentingnya pelatihan seperti ini bagi generasi muda agar Kutim mampu mengelola bonus demografi. Tanpa bekal keterampilan, kondisi tersebut justru bisa menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.

BACA JUGA  Panen Raya dan Pembangunan RTH, Mandu Dalam Mantapkan Diri sebagai Desa Lestari

Bupati berharap seluruh peserta memaksimalkan kesempatan belajar dan menjadikannya sebagai langkah untuk meningkatkan jenjang karier. Ia mendorong para peserta untuk berani berkembang dan membuka peluang yang lebih besar di masa depan. (ADV/ProkopimKutim/UB)