UGM Dampingi Kutim Susun Kajian Sampah dan Lingkungan Berbasis Riset Multidisipliner

19 November 2025
517 dilihat
1 min read

SANGATTA — Dalam rangka memperkuat tata kelola lingkungan di Kutai Timur, Pemkab Kutim bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai penyusunan kajian pengelolaan sumber daya dan lingkungan. Kolaborasi ini dibuka melalui Forum Group Discussion (FGD) di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, yang dihadiri perwakilan UGM, jajaran Pemkab Kutim, DLH, serta sejumlah instansi terkait.

Dengan pelaksanaan studi relatif singkat, UGM menyatakan komitmennya untuk memberikan hasil yang terbaik untuk menjadi rujukan strategis Pemkab Kutim. Kajian ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah menjadi lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Dalam FGD tersebut, Agus Prasetya dari Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (PSPSDL) UGM menyampaikan sambutannya secara daring. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi kegiatan penelitian akademis saja, melainkan bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan daerah.

BACA JUGA  BPC Andalan UPPKA Kutim Tingkatkan Eksistensi di 18 Kecamatan

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Kutim atas kepercayaan yang diberikan. Ini kesempatan bagi kami melihat langsung kondisi lapangan dan ikut memecahkan persoalan lingkungan di Kutim,” ujar Agus.

Ia menjelaskan bahwa tim penyusun kajian berasal dari berbagai bidang, mulai dari teknik, antropologi, hingga geologi. Pendekatan multidisipliner itu dinilai penting untuk menghasilkan rumusan kebijakan yang komprehensif, aplikatif, dan mampu menjawab persoalan pengelolaan sampah serta sumber daya lingkungan secara menyeluruh.

Agus juga menekankan bahwa kualitas hasil kajian sangat bergantung pada keterbukaan data dari perangkat daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk aktif terlibat, terutama dalam memberikan informasi lapangan yang akurat.

“Kami membutuhkan dukungan data yang ada di daerah. Hasil kajian ini nantinya kembali untuk masyarakat Kutim, sebagai dasar perbaikan pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

BACA JUGA  Kutim Bangun TPU Modern: Layanan Pemakaman Gratis untuk Semua Umat

FGD tersebut menjadi pintu awal kerja sama jangka panjang antara UGM dan Pemkab Kutim, yang diharapkan berlanjut hingga melahirkan solusi konkret bagi persoalan lingkungan di daerah. (ADV/ProkopimKutim/UB)