61 Guru Ikuti Pelatihan Metode Ummi, Kutim Mantapkan Pembelajaran Al-Qur’an di Sekolah

11 November 2025
498 dilihat
1 min read

SANGATTA – Metode Ummi dikenal sebagai pendekatan belajar Al-Qur’an yang menekankan pembacaan tartil, yaitu membaca dengan perlahan, tepat, dan menyenangkan. Selain belajar teknis bacaan, metode ini juga mendorong para guru untuk punya sikap yang ikhlas dan menjaga nilai-nilai spiritual ketika mengajar. Di Kutai Timur, pendekatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang membentuk generasi Qurani yang kuat secara akhlak dan keilmuan.

Semangat tersebut terlihat dalam pelatihan yang diikuti 61 guru Al-Qur’an dari SDIT 1, SDIT 2, dan SMPIT Darusalam di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Pelatihan ini digagas Darusalam Quran Center (DQC) dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah Islam terpadu di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA  Bripda Gabriel Simorangkir Persembahkan Emas dan Perunggu untuk Kutim di Kapolri Cup VI 2025

Kegiatan berlangsung dengan menghadirkan pemateri berpengalaman, seperti Ustaz Ahmad Syahrani dari UMMI Kutim serta Ustazah Quni Mualimin dan Ustazah Karsih dari Bontang. Mereka memberikan pembekalan seputar teknik tartil dan pendekatan mengajar yang menyenangkan.

Koordinator DQC, Ustaz Gatot Suwoko, menyampaikan bahwa ilmu yang diajarkan harus diamalkan. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Kutim, terutama dari Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Dari Pimpinan Ummi Daerah, Ustaz Hadiyatulloh memberikan dorongan moral kepada para peserta. Ia mengapresiasi Yayasan Darusalam sebagai pelopor metode Ummi di Kutim dan berharap para guru terus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan mereka.

Pelatihan ini ditutup oleh Bupati Ardiansyah. Ia menjelaskan bahwa sejak 2023, Pemkab Kutim telah memperkuat pembelajaran Al-Qur’an dalam kurikulum pendidikan agama. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan para pendidik.

BACA JUGA  Inspektorat Kutim Tekankan Integritas ASN, Gratifikasi Harus Ditolak

Para peserta pun merasa terbantu. Salah satunya, Ustazah Nur Hayati, yang mengaku termotivasi untuk terus memperbaiki diri dalam mendidik murid-muridnya.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata memperkuat identitas keagamaan masyarakat Kutim sekaligus menyiapkan generasi Qurani di masa depan. (ADV/ProkopimKutim/UB)