TikTok Jadi Senjata Baru Kutim, Olahan Nanas Dipasarkan ke Pasar Nasional

22 November 2025
310 dilihat
1 min read

SANGATTA – Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas pemasaran produk unggulan daerah, khususnya olahan nanas. Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pembinaan tetapi juga mendampingi pelaku koperasi dan usaha dalam meningkatkan daya saing produk lokal.

“Pembagusan itu? Kami akan follow up terus,” tegas Santoso dalam wawancara, menegaskan pentingnya tindak lanjut dan pemantauan berkala dalam mendukung perkembangan usaha lokal.

Salah satu langkah strategis yang sedang dijalankan adalah pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Santoso menyebutkan bahwa TikTok menjadi salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk olahan nanas Kutai Timur. “Rekomendasi TikTok terus kami,” ujar Santoso, menekankan pentingnya pemasaran digital dalam era teknologi saat ini.

BACA JUGA  Aspirasi Anak Kutim Didengar Langsung, Musrenbang Jadi Ruang Partisipasi Inklusif

Selain itu, Dinas Koperasi Kutim juga melakukan langkah nyata dengan mendatangkan produk olahan nanas langsung dari sentra produksinya di daerah penghasil seperti Kaubun dan Batu Ampar. “Kemarin kami bawa dari Kaubun,” jelas Santoso, memperkenalkan produk lokal yang dihasilkan dari daerah-daerah tersebut. Dengan memperkenalkan asal-usul bahan baku, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan citra produk olahan nanas khas Kutai Timur.

Melalui pemanfaatan pemasaran digital, Dinas Koperasi berharap produk olahan nanas ini dapat lebih mudah diakses oleh pasar lebih luas, baik lokal maupun nasional. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan koperasi serta pelaku usaha mikro di wilayah tersebut, mendorong perekonomian lokal, dan memperkenalkan produk unggulan Kutai Timur ke pasar yang semakin kompetitif.

BACA JUGA  Sastra dan Wastra, Dua Jejak Warisan Kutim di Panggung Anugerah

Program ini menjadi harapan baru bagi pelaku usaha di Kutai Timur untuk bersaing di pasar yang lebih luas dengan dukungan pemasaran digital, sekaligus membuka peluang baru untuk sektor ekonomi lokal. (ADV)