Panjang Jalan Pengabdian Frederik Kalalembang

Baginya, kemerdekaan adalah tentang keberanian untuk terus bekerja dan mengabdi, dari medan tugas kepolisian hingga ruang politik sebagai wakil rakyat.
17 Agustus 2026
203 dilihat
2 mins read
Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang. Foto: Ist

Perjalanan Perjuangan Inspektur Jenderal Polisi  (Purn) Drs. Frederik Kalalembang

MOMENTUM Kemerdekaan Republik Indonesia selalu mengingatkan saya bahwa setiap keberhasilan membutuhkan perjuangan, pengorbanan, ketekunan, serta doa orang tua dan keluarga.

Perjalanan hidup saya dimulai dari pendidikan SD, SMP hingga SMA yang saya selesaikan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada 1985, saya mengikuti seleksi masuk Akademi Kepolisian dari Makassar. Dengan perjuangan yang tidak mudah, disertai dorongan dan doa orang tua, puji Tuhan saya dapat diterima dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian, Semarang.

Penugasan pertama membawa saya jauh ke Sangihe Talaud, Sulawesi Utara, wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina. Kondisi geografis yang menuntut perjalanan melalui laut dan jauhnya dari keluarga tidak menyurutkan semangat saya. Justru di tempat itulah saya belajar arti sebenarnya dari pengabdian: bekerja dengan sungguh-sungguh di mana pun negara menugaskan kita.

Perjalanan karier kemudian membawa saya mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta pada 1994. Setelah itu, saya mendapat berbagai penugasan di Kalimantan Barat dengan sejumlah jabatan, mulai dari bidang Sabhara, Lalu Lintas, wakil kepala kepolisian resor hingga direktur Kepolisan Perairan dan Udara (Polairud).

Saya kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan di Lembang, Bandung. Seusai pendidikan, perjalanan tugas berlanjut ke wilayah metropolitan Jakarta sebagai wakapolres Tangerang dan direktur Polairud Polda Metro Jaya.

Pengabdian berikutnya membawa saya menjadi kapolres Purwodadi, wakapoltabes Medan, direktur Polairud Polda Kalimantan Timur, kemudian direktur Polairud Polda Jawa Timur.

Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa saya mendapatkan kepercayaan dan promosi sebagai perwira tinggi Polri dengan pangkat brigadir jenderal polisi. Saya kemudian bertugas di Badan Keamanan Laut RI hingga menduduki jabatan deputi dan inspektur jenderal polisi. Setelah menyelesaikan penugasan di Bakamla, saya kembali mengabdi di lingkungan Polairud hingga memasuki masa purnatugas pada 2022.

BACA JUGA  Simfoni Sukacita di Kabo Jaya: Kisah dari Festival Tambourine dan Banners Se-Kutim 2025

Namun bagi saya, pensiun dari Polri bukan berarti berhenti mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.

Pada 2024, saya mengambil keputusan untuk melanjutkan pengabdian melalui jalur politik dengan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III melalui Partai Demokrat.

Puji Tuhan, atas kepercayaan masyarakat, saya memperoleh amanah untuk duduk sebagai anggota DPR RI. Kepercayaan tersebut bukanlah sesuatu yang saya anggap sebagai keberhasilan pribadi, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus saya pertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Tuhan.

“Tidak ada keberhasilan yang datang tanpa perjuangan, pengorbanan, ketekunan, serta doa orang tua dan keluarga.”

Dari perjalanan panjang ini saya belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga berarti bagaimana kita mengisi kehidupan dengan kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, serta memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat.

Saya memulai perjalanan dari seorang anak yang bersekolah di Makassar, kemudian menjadi taruna Akpol, bertugas di wilayah perbatasan, melewati berbagai penugasan di kepolisian, hingga akhirnya dipercaya menjadi jenderal dan sekarang mendapat amanah sebagai wakil rakyat.

Namun semua tugas, perjuangan, dan tanggung jawab tersebut tidak pernah saya jalani seorang diri. Sejak awal perjalanan, ada orang tua yang selalu memberikan doa, dukungan dan semangat. Ada istri tercinta yang dengan kesetiaan, kesabaran dan pengorbanannya selalu mendampingi saya dalam berbagai keadaan. Ada anak-anak saya yang menjadi sumber kekuatan dan semangat dalam setiap langkah pengabdian. Demikian pula teman-teman dan para sahabat yang terus memberikan dukungan, masukan dan kebersamaan hingga hari ini.

BACA JUGA  Di Tengah Sorotan Anggaran, Publik Tagih Ketegasan APH Kutim Tindak Dugaan Pemborosan

Karena itu, apa pun yang dapat saya capai sampai sekarang bukan hanya perjalanan saya pribadi, tetapi juga bagian dari doa, pengorbanan, cinta dan dukungan keluarga serta sahabat-sahabat yang selalu berada bersama saya.

Pada momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ini, saya memohon doa dan dukungan dari seluruh Sahabat JFK dan masyarakat agar saya tetap diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan amanah.

Saya ingin terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, pembangunan dan hukum yang membutuhkan perhatian serta keberpihakan nyata.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kerja keras dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa.”

Tentunya dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat saya juga tidak bekerja sendiri. Saya dibantu oleh teman-teman dan tim yang selama ini bersama-sama menerima, mencatat, mengawal dan memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat.

Bagi saya, jabatan hanyalah sementara. Tetapi pengabdian, kepercayaan dan manfaat yang kita tinggalkan bagi masyarakat akan selalu dikenang.

Mari kita isi kemerdekaan dengan bekerja, berkarya, saling membantu dan tidak pernah menyerah menghadapi tantangan.

Dirgahayu Republik Indonesia.

Teruslah berjuang, teruslah mengabdi, dan jadilah bermanfaat bagi sesama.

Hormat Saya,

Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.