Kutim Tegaskan Komitmen Pendidikan Lewat Manasik Haji Akbar dan Wajib Belajar 13 Tahun

11 November 2025
374 dilihat
1 min read

SANGATTA – Ribuan anak PAUD memenuhi Masjid Agung Al-Faruq dalam gelaran Manasik Haji Akbar se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Kegiatan yang diselenggarakan IGTKI Kutim ini menjadi ruang edukasi bagi peserta didik usia dini sekaligus momentum penguatan karakter Islami.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah serta jajaran Disdikbud dan Forkopimda. Dalam kesempatan itu, Bupati Ardiansyah menjelaskan bahwa pengenalan nilai religius sejak usia dini merupakan dasar penting pembentukan karakter. Ia menjelaskan bahwa manasik haji tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua dan guru mengenai pentingnya memperkenalkan rukun Islam kelima lebih awal.

BACA JUGA  Redemption Kuasai Arena MLBB Kutim 2025, Tumbangkan Zeus dan Rebut Gelar Juara

“Edukasi ini berlaku untuk kita semua, termasuk para orang tua dan guru, terkait pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan Bupati untuk menegaskan kembali kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, sebuah program yang memungkinkan anak-anak Kutim mendapatkan pendidikan gratis mulai PAUD hingga SMA sederajat.

Menurutnya, akses pendidikan yang terbuka lebar harus diiringi kesadaran orang tua untuk konsisten menyekolahkan anak. “Kami sudah siapkan semua, dari biaya pendidikan, seragam, buku, sampai sepatu. Tinggal komitmen orang tua memastikan anaknya bersekolah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orang tua yang tidak mengirimkan anaknya ke PAUD akan melalui proses verifikasi dan mendapat sanksi, karena pendidikan dini dianggap sebagai tahap awal yang wajib diikuti.

BACA JUGA  PEKA Hadir di Kutim, DPPPA Kaltim Dorong Perempuan Kepala Keluarga Jadi Motor Perubahan

Di akhir kegiatan, Bupati berharap pengenalan ibadah haji ini menjadi pengalaman berkesan  bagi anak-anak yang menumbuhkan nilai spiritual sekaligus motivasi belajar bagi mereka. Dengan dukungan fasilitas pendidikan yang lengkap dan kebijakan wajib belajar, Pemkab Kutim menargetkan peningkatan kualitas SDM sejak usia paling dini. (ADV/ProkopimKutim/UB)