Pemkab Kutim dan Baznas Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Wanasari

18 November 2025
377 dilihat
1 min read

MUARA WAHAU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau. Penyerahan bantuan dilakukan beberapa waktu lalu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa kebakaran pada 21 September 2025.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito serta Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan. Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan rasa duka dan empati kepada warga terdampak.

“Harapannya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk segera bangkit dari keterpurukan,” ujar Ardiansyah.

BACA JUGA  Pakenoq Tawai, Budaya Leluhur yang Tetap Bergema di Sangkima

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, termasuk melakukan langkah pencegahan sederhana di lingkungan tempat tinggal.

Baznas Kutim melalui Ketua Masnif Safwan menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan bersumber dari dana zakat para muzakki, terutama ASN di lingkungan Pemkab Kutim.

“Untuk standar operasional di Baznas Kutim, bagi pemilik rumah akan mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta per rumah, sedangkan bagi penyewa atau penghuni kontrakan diberikan bantuan Rp5 juta per kepala keluarga (KK),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kutim Ernata Hadi Sujito melaporkan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah barakan dan menyebabkan lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dinsos Kutim menyalurkan 19 paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, sarung, dan selimut.

BACA JUGA  Pulang ke Muara Pahu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman Disambut Kehangatan

“Bantuan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah dalam memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana,” ucap Ernata.

Melalui sinergi Pemkab Kutim, Dinsos, dan Baznas, pemulihan pascabencana diharapkan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi. Bantuan yang diberikan menjadi langkah awal membantu warga membangun kembali kehidupan mereka setelah musibah. Pemerintah daerah menegaskan akan terus hadir dalam setiap penanganan bencana untuk memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi sulit seorang diri. (ADV/ProkopimKutim/UB)