Astra Agro di Kutim Dorong Pembangunan Berkelanjutan Melalui Jalur Pendidikan dan Kemitraan

11 Juli 2025
296 dilihat
1 min read

MUARA WAHAI — Upaya mendorong pembangunan berkelanjutan melalui jalur pendidikan dan kemitraan multipihak kembali diperlihatkan secara nyata oleh PT Astra Agro Lestari Tbk. (AAL) melalui tiga entitas operasionalnya di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengangkat tema “Hentikan Polusi Plastik,” tiga sekolah binaan AAL, yakni SD Kharisma Persada, SD Astra Agro Lestari School, dan SMP Karya Nusa Lestari, memperoleh predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten.

Capaian tersebut merepresentasikan bentuk integrasi antara penguatan pendidikan karakter berbasis lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program Adiwiyata, sebagai kebijakan nasional yang dirancang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), bertujuan membentuk sekolah yang mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan hidup secara partisipatif dan berkelanjutan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim mendukung penuh model kolaboratif seperti ini. Ia menekankan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik bukan hanya soal regulasi, tetapi juga membutuhkan aksi kolektif dan kepemimpinan lokal yang konsisten.

BACA JUGA  DSN Bukukan Laba Rp 848 Miliar di Kuartal III-2024

“Pemerintah daerah berkomitmen tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam meningkatkan literasi lingkungan di tingkat rumah tangga, sekolah, dan komunitas,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Gedung Tim Penggerak PKK Kutim, dilakukan pula penandatanganan Deklarasi Komitmen Pengelolaan Sampah di tingkat RT, penyerahan Piagam Adiwiyata, serta penganugerahan hasil lomba edukatif bertema lingkungan hidup. Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru dari berbagai kecamatan di Kutai Timur sebagai bagian dari pendekatan pendidikan kontekstual.

Kepala SD Kharisma Persada, Furwandi, menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata merupakan hasil konsolidasi seluruh unsur sekolah dalam menciptakan budaya ekologis sejak usia dini.

“Kami menanamkan nilai kepedulian lingkungan tidak sebagai muatan tambahan, melainkan sebagai pilar pendidikan karakter,” ungkap Furwandi.

BACA JUGA  Perkuat Kemitraan, PT Dharma Satya Nusantara Ajak Media Massa di Kutim Bersinergi

Sinergi Sektor Privat dan Kebijakan Lingkungan Nasional

Pada level kelembagaan, PT SKP, PT CNL, dan PT KED menegaskan komitmennya terhadap pengarusutamaan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam setiap kegiatan operasional dan pengembangan masyarakat. Community Development Area Manager Astra Agro Lestari untuk Wilayah Kalimantan Timur, Hermanto Rudi, menjelaskan bahwa strategi keberlanjutan perusahaan diselaraskan dengan arah kebijakan KLHK dan pemerintah daerah, termasuk dalam menindaklanjuti Surat Edaran Menteri LHK Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengurangan polusi plastik.

“Melalui kemitraan strategis antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kebijakan lokal, kami berupaya memperkuat ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan adaptif terhadap tantangan masa depan,” jelas Rudi.

Inisiatif ini juga menjadi bentuk penerapan tanggung jawab sosial korporasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas komunitas dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, pendidikan lingkungan, dan konservasi lokal.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.

Jangan Lewatkan