Bareng Bagian SDA, STIPER Kutim Sosialisasikan Pentingnya Menjaga Lingkungan

1 Maret 2025
192 dilihat
1 min read

SANGATTA – Terpusat di Ruang Meranti, Kantor Bupati, pada akhir bulan Februari 2025, Program Studi kehutanan sekolah tinggai pertanian Kutai Timur (STIPER Kutim) melaksanakan sosialisasi lingkungan bertema “Konservasi Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati Kutai Timur”. Kegiatan itu dilaksanakan bersama Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Sekretariat Kabupaten Kutim.

Kegiatan itu hadiri Kepala Bagian SDA, perwakilan Ketua Yayasan STIPER beserta acivitas academika, para guru SMK 1 Sangatta utara, SMKN 1 Kongbeng, SMA Prima YPPSB, hingga SMKN 1 Muara Bengkal.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Kehutanan, Aliri, menuturkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar tingkat SMK. Terkait betapa pentingnya menjaga lingkungan dan masa depan SDA.

BACA JUGA  Tingkatkan Sistem Irigasi Pertanian, Proyek Rumah Pompa di Desa Tanah Abang Beroperasi

“Kita di kutim ini sekarang bergantungan pada tangan anak-anak kita hari ini,” terang Aliri.

Ia juga mengingatkan, agar kondisi hutan yang ada saat ini di Kutim, harus bisa dinikmati generasi mendatang. Sebab, ia mewanti-wanti rimbunnya hutan hanya bisa menjadi dongeng yang diceritakan di masa mendatang.

Sebagai informasi, tiga tahun yang lalu melalui Surat Keputusan Bupati Kutai Timur nomor: 525/K.498/2022 tentang Penetapan Peta Indikatif Perlindungan Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) dalam Kawasan Peruntukkan Perkebunan. Ditetapkan luasan ANKT seluas 48.933 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah.

Mengutip buku gubahan Panel Teknis Jaringan Nilai Konservasi Tinggi Indonesia, yang berujudul, “Panduan Pengelolaan dan Pemantauan Nilai Konservasi Tinggi.” Meskipun pada awalnya konsep ANKT digunakan dalam konteks sertifikasi pengelolaan hutan, namun hingga saat ini berkembang dan dapat diterapkan untuk berbagai penggunaan termasuk misalnya pada perencanaan tataguna lahan, advokasi konservasi, perencanaan dan desain pembelian bahan baku yang bertanggungjawab serta kebijakan-kebijakan investasi. (*/Sandry)

BACA JUGA  Ardiansyah Tegaskan Dorong Reformasi Pendidikan dengan 20 Persen APBD