PGRI Kutim Rancang Program Kreativitas dan Kompetensi Guru

16 Agustus 2026
387 dilihat
1 min read

SANGATTA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan rangkaian program strategis hingga 2030 untuk memperkuat kompetensi dan kreativitas tenaga pendidik. Agenda tersebut mulai dijalankan melalui jalan sehat dalam rangka HUT ke-81 RI yang diikuti ratusan guru di Halaman Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi.

Ketua PGRI Kutim Yetti Arika Desiviana mengatakan jalan sehat menjadi kegiatan perdana setelah jajaran pengurus periode 2026-2030 dilantik pada Februari lalu.

Menurut Yetti, organisasi guru tersebut ingin memperluas aktivitasnya. PGRI tidak hanya menjalankan kegiatan rutin seperti peringatan Hari Guru Nasional dan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), tetapi juga menghadirkan program yang dapat mendorong guru menghasilkan karya.

BACA JUGA  Pemkab Kutim Akan Periksa Sekolah yang Diduga Wajibkan Pembelian Seragam

Sejumlah agenda telah disiapkan, antara lain Lomba Cerita Inspiratif, Lomba Cipta Puisi, serta Lomba Video Pembelajaran. Karya terbaik dalam lomba literasi akan dihimpun dan diterbitkan dalam bentuk buku.

“Untuk Lomba Cipta Puisi dan Lomba Cerita Inspiratif, nanti karya-karya terbaiknya akan kami bukukan secara resmi dan akan kami launching tepat pada Peringatan Hari Guru Nasional tanggal 25 November 2026,” ujar Yetti.

Selain pengembangan literasi, PGRI Kutim mengagendakan Porseni tingkat kabupaten dan provinsi. Ajang tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada akhir November 2026.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai guru memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik dan menentukan kualitas generasi mendatang.

BACA JUGA  Sekolah di Kutim Siapkan Seleksi Penerima Beasiswa Stimulan 2026

Mahyunadi mendorong guru terus berinovasi dalam pembelajaran dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar inovasi tidak menambah beban biaya bagi orangtua siswa.

Pemkab Kutim, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi PGRI dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi serta kesejahteraan guru, dan memperluas akses pendidikan hingga wilayah pelosok. (ADV/ProkopimKutim/UB)