Gamalis Sebut Muscab Bukan Hanya Seremonial, tapi Momentum Evaluasi

23 April 2026
94 dilihat
1 min read

Sangatta – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Timur, Gamalis, mengingatkan bahwa musyawarah cabang (muscab) tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka. Menurutnya, muscab harus menjadi ajang evaluasi serius bagi partai.

“Musyawarah cabang jangan dipandang sebagai sebuah seremonial saja, jadikan musyawarah cabang menjadi sebuah momentum bagaimana kita melakukan evaluasi terhadap pada partai ini.”

Pernyataan Gamalis tersebut disampaikan pada muscab di DPC PPP yang berlokasikan di hotel kutai permai sangatta pada hari kamis 23/04/2026.

Ia memperlihatkan sedikit keprihatinannya terhadap kondisi PPP saat ini. “Nah, ini semua tentu bagian dari bagaimana kita memperkuat peran serta eksistensi PPP di tengah masyarakat.”

BACA JUGA  Perkara di Dinas PUPR Diduga Langgar Sejumlah Aturan, Alim Bahri Desak Lakukan Pengusutan

Meski tanpa merinci secara spesifik faktor penyebabnya, Gamalis menegaskan bahwa seluruh kader dan pengurus, mulai dari pusat hingga cabang, harus jujur melihat realitas yang ada. Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak dalam rutinitas acara tanpa output yang jelas. Muscab, lanjutnya, adalah mekanisme internal yang paling tepat untuk merumuskan strategi kebangkitan.

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan strategi kelembagaan dinilai krusial untuk mengembalikan kepercayaan publik. Gamalis menekankan bahwa perbaikan harus dimulai dari kesadaran kolektif untuk berbenah, bukan hanya sekadar memperbanyak acara seremonial.

“Kita betul-betul harus melihat apa yang kurang, lalu bersama-sama mencari solusi agar PPP kembali eksis dan diperhitungkan,” tegasnya.

Dengan adanya muscab ini, Gamalis berharap muncul rekomendasi-rekomendasi konkret yang tidak hanya disimpan sebagai arsip, tetapi segera diimplementasikan untuk mengembalikan marwah PPP di tengah masyrakat kaltim.

BACA JUGA  Agus Aras Ajak Warga Sangatta Selatan Melek Berdemokrasi

Penulis: M. Ayyub

Editor: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published.