Sangatta – Bersama manajemen PT Kaltim Nusantara Coal (KNC), dan PT Ithaca Resources, Bupati Kabupaten Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, meresmikan Underpass STA 34+700 di Desa Pulung Sari, Kecamatan Rantau Pulung, Kamis (5/11/2026). Usai memotong pita sebagai tanda telah diresmikannya underpass, Ardiansyah Sulaiman mengakui peran penting infrastruktur itu dalam memisahkan jalur masyarakat umum dengan kendaraan operasional tambang.
Ia pun mengungkapkan kekhawatirannya saat melintasi jalur tambang sebelum fasilitas tersebut dibangun. “Setiap kali saya lewat itu ngeri sekali. Pandang sebelah kanan, bannya saja tingginya sama. Alhamdulillah dengan hadirnya underpass ini, tidak ada lagi jalur yang meresahkan warga,” ujarnya.
Peresmian infrastruktur hauling itu dihadiri Forkopimda, Kepala Dinas PUPR, Camat Rantau Pulung beserta Forkopimcam. Ada juga sejumlah kepala desa dari Kecamatan Rantau Pulung, Bengalon, dan Kaliorang, serta perwakilan beberapa perusahaan seperti PT KPC, PT NIKP, PT KAN, dan PT LMA.
Di hadapan para pelaku usaha, Ardiansyah Sulaiman menilai Kutai Timur memiliki daya dukung ekonomi luar biasa, dengan cadangan batu bara mencapai 5 miliar metrik ton. Tetapi, ia mengingatkan agar industri padat modal tidak hanya mengejar keuntungan sepihak.
“Pemerintah daerah berkeinginan satu, dampak positif daripada perusahaan bisa diterima oleh masyarakat Kutai Timur dari semua sisi, baik ekonomi, lingkungan hidup, maupun perkembangan SDM. Perusahaan wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan bersinergi,” tegasnya.
Ke depan, sambungnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sedang menyiapkan terobosan menuju hilirisasi. Ia menerangkan sejumlah investasi raksasa, seperti groundbreaking gasifikasi batu bara menjadi metanol oleh PT BEC dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun yang ditargetkan beroperasi pada 2030.
Kemudian investor dari China melalui PT Nan Berkah yang akan membangun pabrik metanol di kawasan ekonomi khusus Maloy senilai Rp30 triliun. Kemudian perusahaan asal Thailand yang berencana membangun pabrik baterai lithium dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun.
“Artinya, Kutai Timur ini sanggup memberikan manfaat kepada negara yang cukup besar dan menjadi daerah pertumbuhan baru,” imbuhnya.
Senada dengan Bupati, External Relation Division Head PT KNC, Susanto, menegaskan pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk menciptakan ekosistem yang aman dan produktif.
Pembangunan infrastruktur ini, katanya, memenuhi tujuan strategis di dalam mengurai kemacetan. Ditambah dapat meningkatkan keselamatan, serta kelancaran transportasi masyarakat. Hingga berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di wilayah tersebut.
Susanto juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dinas PUPR Kutai Timur, PT Sembada Sarana Transportasi di Seksi 1A, PT Lancar Jaya Mandiri Abadi pada Seksi 1A, dan PT ASPP. Ia pun meminta, agar masyarakat merawat fasilitas tersebut. “Besar harapan kami masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik, serta bersama-sama menjaga fasilitas ini,” tambahnya.
Tidak lupa, ia mewakili manajemen PT KNC, dan Ithaca Resources menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembangunan hingga acara peresmian menimbulkan kekurangan.
Reporter: Muhammad
Editor: Redaksi
